Datang ke Sumbar, Ketum PBNU Kunjungi Pesantren-pesantren

Padang Pariaman, Kunjungan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ke Sumatera Barat, Sabtu (9/1), mendapat sambutan meriah dari warga NU setempat. Ia dikawal oleh para anggota Barisan Ansor Serbaguna Kabupaten Padang Pariaman sejak mendarat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kabupaten Lima Puluh  Kota.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengatakan, di Kabupaten Lima Puluh  Kota, Kiai Said menghadiri kegiatan peringatan Peristiwa Situjuah. Selanjutnya menuju Pondok Pesantren Ma’arif As Sa’adiyah, Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Di pesantren yang dipimpin oleh Sudirman Syair Datuak Simulo Nan Balopiah itu Ketum PBNU dan rombongan berdialog dengan pengasuh Pesantren, PWNU Sumatera Barat, dan pengurus NU lainnya di Kabupaten Lima Puluh  Kota.

Dari sana  Kiai Said menuju Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan di Kabupaten Padang Pariaman. Di sini ia juga disambut setidaknya lima puluh kader GP Ansor berseragam lengkap.

Menurut Zeki Aliwardana, pengawalan oleh Banser ini langsung dikomandoi H Candra dari Satkorcab Banser Padang Pariaman dan merupakan  pertama dilakukan Pimpinan Cabang Ansor Padang Pariaman terhadap kunjungan Ketum PBNU ke Sumatera Barat.

“Karena beliau mendarat di Kabupaten Padang Pariaman dan salah satu acaranya di Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Padang Pariaman, maka pengawalan dilakukan sejak kedatangan hingga ke berangkatan kembali ke Jakarta di BIM,” kata Zeki Aliwardana, mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Kiai Said mengapresiasi kiprah GP Ansor Padang Pariaman. Ia juga memberikan semangat dan nasihat kepada organisasi pemuda NU ini agar istiqamah dalam berperan di tengah masyarakat.

“Walaupun singkat, tapi sebagai kader Ansor bersama Ketum PBNU seharian dalam mengiringi kegiatannya memiliki kesan sendiri. Mudah-mudahan mampu menambah spirit kader Ansor di Padang Pariaman untuk lebih meningkatkan perannya dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa,” tambah Zeki Aliwardana. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: