Gelar LKD, Fatayat Banten Ingin Ciptakan Kader Militan



Pandeglang,
Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten melaksanakan Latihan Kader Dasar (LKD) bagi seluruh pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU se-Provinsi Banten pada Ahad-Senin 17-18 Januari 2015 di Hotel n Resto S’Rizky Jl Raya Serang Curug Sawer Pandeglang Banten.

Ketua PW Fatayat NU Banten Hj. Miftahul Janah mengatakan, LKD bertema “Pengkaderan sebagai pilar kokohnya sebuah organisasi” ini adalah program internal untuk menciptakan kader militan. Tak hanya itu, tapi visioner, memahami ajaran, nilai-nilai, cara pikir dan karakter NU, Aswaja dan Fatayat.

Hadir dalam LKD tersebut Wakil Ketua PWNU Provinsi Banten KH Abdul Ghoffar, KH Syuhri Utsman, Sekretaris PCNU Pandeglang H. Edi Sukardi, PP Fatayat NU Nur Nadlifah dan Khofifah dengan fasilitator Ufi Ulfiah

Dalam sambutannya, KH Abdul Ghoffar menyampaikan agar Fatayat NU memahami tentang jati diri Fatayat sebagai perempuan dan kader, dimana sebagai perempuan juga mempunyai kewajiban yang sama dengan laki-laki untuk saling mengasihi, melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar (QS Attaubah:71).

Sedangkan sebagai kader organisasi, kata dia, Fatayat NU Banten juga harus selalu memahami aturan dan kode etik organisasi, selalu berkoordinasi antara tingkatan pengurus.

Sedangkan KH Syukhri Utsman dalam pembekalan ke-NU-an dan Aswaja menyampaikan pentingnya kader Fatayat selalu menebar kebaikan dimana pun dan kepada siapa pun tanpa harus melihat perbedaan suku, agama, ras.

Dalam kesempatan tersebut KH Syukhri Utsman juga menyampaikan sejarah NU, serta pola pikir dan karakter  NU yang terdiri dari pertama, pola pikir (fikrah Tawasutthiyyah) artinya NU selalu bersikap seimbang (tawazun) dan moderat (I’tidal) dalam menyikapi berbagai persoalan.

Kedua, pola pikir toleran (fikrah tasamuhiyah) NU dapat hidup berdampingan  secara damai, dengan pihak lain meskipun akidah, cara pikir dan budayanya berbeda; ketiga, pola pikir reformatif (fikrah islahiyah) artinya NU senantiasa mengupayakan perbaikan  menuju kea rah yang lebih baik.

Keempat pola pikir dinamis (fikrah tathawuriyyah) artinya NU senantiasa melakukan kontekstualisasi dalam merespon berbagai persoalan, dan kelima pola pikir metodologis (fikrah manhajiyyah ) artinya NU senantiasa menggunakan kerangka berpikir yang mengacu pada manhaj yang telah ditetapkan NU.

Dalam kesempatan tersebut KH Sukhri juga mengajak peserta LKD untuk senantiasa menjadikan fikrah nahdliyyah di atas dijadikan pedoman dalam kehidupan berorganisasi, sehingga kader Fatayat dapat memberikan manfaat yang luas dan besar bagi umat dan bangsa.

LKD ini juga diselingi dengan pelantikan PC Fatayat NU Kabupaten Pandeglang periode 2015-2020. Miftahul Janah yang biasa di sapa Mifta menyampaikan  kepada seluruh pengurus yang dilantik dan juga kader Fatayat NU Banten akan pentingnya dedikasi berkhidmat di Fatayat sebagai bentuk ibadah pentingnya kerja bersama dan bergandengan tangan dalam menjalankan roda organisasi.

Mifta juga mengharapkan kedepan dalam menjalankan roda organisasi seluruh pengurus mengedepankan -sebagaimana ajaran qoidah fiqhiyah- “Tasharrufual Imam ‘alarroiyah manutun bilmaslahah” bahwa kebijakan pemimpin hendaknya bertumpu pada kemasalahatan umatnya atau yang dipimpinnya”. (Red: Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)