GP Ansor dan Fatayat NU Jombang Komit Sikapi Problem Bangsa


Jombang,

Resepsi hari lahir ke-66 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan ke-82 Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jombang yang dihelat secara bersamaan, Ahad (15/5) lalu di GOR Merdeka memiliki indikasi positif. Selain sinergi antar kedua organisiasi kepemudaan NU tampak terlihat kuat, juga menanamkan komitmen untuk menyikapi sejumlah persoalan yang berkembang.

Seperti di ketahui, belakangan ini terdapat banyak problem yang melanda bangsa Indonesia. Mulai dua pekan yang lalu, masih hangat perbincangan tentang darurat pemerkosaan anak di bawah umur yang mengakibatkan sejumlah pihak geram dan trauma.

Selain itu darurat radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI, dan juga penggunaan narkoba khususnya di Kabupaten Jombang yang semakin meningkat juga menjadi bahan perbincangan beberapa pihak, di antaranya ormas NU serta badan otonomnya, juga pihak pemerintah setempat.

Melihat permasalahan demikian, GP Ansor dan Fatayat NU Jombang sangat serius menyikapinya. “Selama matahari terbit dari timur, NKRI harga mati dan Pancasila tetap jaya,” kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Jombang, Ema Umiyyatul Husna saat menyampaikan sambutannya.

Upaya untuk menanggulangi salah satu darurat tersebut juga tengah dirumuskan, misalnya PC Fatayat NU setempat pada saat itu meluncurkan LP3A (Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Lembaga tersebut diharapkan mampu menjadi wadah yang efektif dalam memberdayakan kaum hawa dan melindungi anak dari berbagai kejahatan.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama PC GP Ansor Jombang juga meluncurkan LBH (Lembaga Badan Hukum). (Syamsul Arifin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)