GP Ansor NTB Buka Dialog Publik Antinarkoba



Lombok Tengah,
Pimpinan Wilayah GP Ansor NTB bersama Badan Narkotika Nasional mengadakan antinarkoba di aula Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, Kamis (28/1). Bersama elemen TNI, mereka mengupas macam-macam narkoba dan cara penanggunalangannya.

Seminar ini dipandu oleh Wakil Sekretaris GP Ansor NTB Wahyu Satriadi. Tampak hadir Danrem Wira Bhakti 162 NTB Rudi Cry Gde, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN NTB Anggraini, dan pengasuh Pesantren Qomarul Huda TGH Turmudzi Badarudin.

“Narkoba pada prinsipnya tidak baik dan menimbulkan kerusakan permanen pada otak,” kata Angraini.

Narkoba, lanjutnya, memiliki tiga makna yaitu Narkotika, Sikotobika, dan obat adiktif lainnya. Narkoba dengan jenis apapun bisa dikatakan sebagai pembunuhan massal. Karena itu untuk menghindari kecanduan, harus bisa jaga diri dan keluarga.

“Kita harus bisa menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba,” jelas Anggraini di hadapan sedikitnya 200 peserta.

Ia banyak memberikan visual audio melalui proyektor tentang ciri-ciri dan dampak orang yang kecanduan narkoba.

Sementara Danrem 162 Rudi menyampaikan materi tentang sejarah kemerdekaan dan perjuangan para pemuda terdahulu untuk meraih kemerdekaan.

“Bagaimana Soetomo melahirkan kekuatan sebagai pemuda pada tahun 1908 dengan membentuk lembaga pendidikan Soetomo,” kata putra asal Lombok yang memimpin 2800 personil TNI melalui Danrem ini.

Yang layak ditiru dari perjuangan pemuda adalah kebersamaan mereka, lanjutnnya. Rudi lebih banyak mengajak peserta seminar untuk menata masa depan lebih baik dengan semangat kebersamaan.

“Karena kebersamaan kita saat ini kurang seperti gotong royong. Itu penting. Kita bangun kembali semangat gotong royong,” tandasnya. (Hadi/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)