Habib Luthfy: Bela Negara Tugas Kita Semua



Pekalongan,
Tugas bela negara bukan menjadi tugas polisi, tentara maupun pemerintah saja, melainkan tugas seluruh warga negara. Tidak benar jika bela negara dibebankan kepada sekelompok orang saja. Jika sebagian orang beranggapan bahwa bela negara identik dengan angkat senjata, itu harus diluruskan.

Demikian dikatakan Rais Am Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdiyyah (Jatman) Habib Luthfy bin Yahya di sela sela kegiatan Konferensi Ulama Thariqah dengan tema “Bela negara konsep dan urgensinya menurut Islam” yang digelar di Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah Jumat (15/1).

“Seaai umat Islam, kita berkewajiban memberikan pemahaman secara utuh, tentang bela negara, maka para ulama thariqah internasional kita undang di Pekalongan untuk memberikan pencerahan tentang bagaimana konsep Islam dalam bela negara,” ujarnya.

Dikatakan, bela negara dalam konteks kekinian yang benar adalah sebagai warga negara menjalankan tugas dan kewajibannya dengan benar, misalnya, yang guru berjuanglah dengan ilmunya secara benar, yang petani berjuanglah sebagai petani bercocok tanam dengan ilmunya yang benar. “Termasuk kalian sebagai wartawan menulislah berita sesuai fakta, sehingga yang mendengarkan maupun yang membacanya tidak bingung,” katanya.

Konferensi ulama thariqah dihelat oleh panitia Maulidurrasul SAW Kanzus Sholawat dihadiri oleh beberapa ulama mancanegara sekaligus sebagai narasumber. Mereka ialah : Syaikh Adnan Al Afiyuni (Mufti Syafi’yyah Syria), Syaikh Aziz al Idrisi dari Maroko, Syaikh Aziz Abidin dari Amerika Serikat, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Yaman, dan Syaikh Aun al Qaddumi dari Yordania. Kemudian Syaikh Umar Hadhrah (Sudan) dan Syaikh Fadhil (Turki).  

Dari gelaran konferensi ulama thariqah, pihak panitia akan menelorkan beberapa rekomendasi yang akan dibacakan pada acara silaturrahim ulama, TNI dan Polri yang berlangsung Sabtu (16/2) yang akan dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu di Gedung HA Djunaid, Komplek Pondok Pesantren Modern Al-Quran Buaran, Kota Pekalongan. (Muiz/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: