Humor Santri: IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin



Tasikmalaya,
Generasi muda NU Singaparna Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan KNPI setempat menggelar aksi jalan kaki dari Jalan Muktamar XXIX NU menuju alun-alun Singaparna. Mereka secara bersama-sama melakukan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan, Jum’at (22/1).

Mereka terdiri atas pelajar NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan KNPI Singaparna. Mereka tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL).

Aksi ini merupakan bentuk protes kepada pemerintah atas tumpukan sampah di beberapa titik di Singaparna selama tiga pekan terakhir.

Koordinatror FMPL Asep Abdul Rofik menyebutkan, sejak tiga minggu ke belakang banyak sampah menumpuk di beberapa titik di Singaparna. Penumpukan sampah ini terkesan ada unsur pembiaran oleh pemerintah.

Wakil Sekretaris GP Ansor Tasikmalaya ini melanjutkan, sudah banyak dari masyarakat Singaparna mengeluh ke FMPL. Pasalnya, selain tidak enak dipandang sampah juga sudah mengeluarkan bau busuk dan menjadi “terminal” nyamuk. Efek sampah itu juga bisa memicu timbulnya penyakit, pencemaran lingkungan, dan penyumbatan saluran air.

“Apalagi wilayah Singaparna tidak hanya puskesmas, rumah sakit pun ada,” ujarnya.

Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, kata Asep, harus menjadikan masalah sampah ini sebagai catatan penting bahan evaluasinya. Karena, pemerintah tidak berdaya lagi menangani sampah.

Dari sisi hukum, belum ada aturan yang mengikat soal pengolahan sampah. Yang ada hanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang kewenangannya ada di pemerintah daerah.

“Namun hari ini pemerintah seolah-oleh tidak ada tindakan terkait penumpukan sampah,” tuturnya.

Ia menegaskan, bila hingga Ahad (24/1) nanti sampah tidak dibersihkan, FMPL dan masyarakat akan mendatangi pemkab setempat. “Kita bersama-sama warga dan seluruh OKP akan melakukan orasi dengan mempertanyakan penanganan sampah,” pungkasnya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)