Ikhtiar Harus Dikawal dengan Tawakal dalam Bentuk Doa


Pringsewu,

Dalam menjalani kehidupan yang semakin komplek di era sekarang ini, banyak orang yang gelisah terhadap bagian rezeki yang akan didapatkannya di dunia. Kegelisahan ini semakin nampak terlihat dari perilaku manusia yang lebih mementingkan nikmat atau rezeki yang bersifat materi keduniawian.

Padahal jika disadari, rezeki lain yang telah dikaruniakan kepada manusia oleh Allah SWT sangatlah banyak dan lebih berharga dari sekedar materi dunia. Menyikapi realita ini Wakil Katib PCNU Pringsewu KH Muhammad Nur Aziz mengingatkan segenap umat Islam untuk tidak perlu khawatir terhadap nasib bagian materi di dunia.

“Kewajiban kita didunia melakukan ikhtiar dan tawakkal. Semuanya sudah dicatat oleh Allah bagian masing masing manusia di dunia,” kata Kiai Muda yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran Pringsewu, Kamis (11/2/2016).

Abah Aziz – begitu ia biasa dipanggil oleh santrinya – menambahkan bahwa ikhtiar atau usaha yang dilakukan kita sebagai hamba Allah haruslah tetap dikawal dengan tawakal dalam bentuk doa kepada sang pemberi rezeki. “Namun jangan terlalu berharap dengan doa kita. Karena kalau kita terlalu berharap dengan doa doa kita maka kita akan sering kecewa,” himbaunya.

Jika kita suatu saat mendapatkan rezeki dan kita berfikir bahwa datangnya rezeki tersebut adalah merupakan hasil dari doa yang kita panjatkan, maka menurutnya kita sama saja sudah mengatur sang pemberi rezeki yaitu Allah SWT. “Doa hanyalah wasilah dari apa yang kita dapatkan. Jadi jangan bertumpu kepada doa saja,” tegasnya.

Dengan penjelasan ini, Ia menegaskan bahwa tidak berarti doa merupakan sesuatu yang tidak penting dan percuma untuk dilakukan. Lalu apa manfaat doa yang selalu kita panjatkan dalam rangka mengiringi usaha yang sudah kita lakukan? Kiai muda yang sangat energik ini menjelaskan bahwa doa adalah perintah Allah dan ketika kita patuh kepada Nya maka itu akan tercatat sebagai sebuah Ibadah.

“Ketika kita berdoa dengan niatan Ibadah maka tiada lain balasannya kecuali pahala. Perkara hasil dari doa bisa saja berbeda dengan apa yang diharapkan. Kadang dalam doa kita mengharap A ternyata Allah menghendaki dan memberikan B,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jika kita mendapatkan hal yang berbeda dari doa yang kita harapkan maka kita haruslah meyakini bahwa hal tersebut adalah merupakan yang terbaik bagi kehidupan kita di dunia. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)