Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara


Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015 -2020, pada Rabu-Kamis, 27 dan 28 Januari 2016, telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertempat di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Dalam Rakernas LESBUMI PBNU yang dibuka oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A dan dihadiri Ketua LESBUMI PBNU K.H. Agus Sunyoto dan Sekjen LESBUMI PBNU, H Uki Marzuki Solihin, serta para pengurus harian telah melahirkan Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara.

Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara adalah keputusan strategis yang paling ditunggu oleh PBNU dalam Rakernas LESBUMI karena merupakan bagian integral dari pedoman kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) dalam merumuskan kebijakan dan menentukan sikap terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi warga NU (Nahdiyin) pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Keputusan strategis yang meneguhkan posisi Lesbumi PBNU sebagai Garda Nasional Peradaban, Kesenian dan Kebudayaan Islam Nusantara ini menandai kehadiran dan fungsi penting Lesbumi dalam meneguhkan Islam Nusantara untuk membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang meneguhkan Hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada 1-5 Agustus 2015, adalah sebagai berikut:

SAPTAWIKRAMA (AL-QAWA’ID AS-SAB’AH)

Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

  1. Menghimpun dan mengosolidasi gerakan yang berbasis adat istiadat, tradisi dan budaya Nusantara.

  2. Mengembangkan model pendidikan sufistik (tarbiyah wa ta’lim) yang berkaitan erat dengan realitas di tiap satuan pendidikan, terutama yang dikelola lembaga pendidikan formal (ma’arif) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

  3. Membangun wacana independen dalam memaknai kearifan lokal dan budaya Islam Nusantara secara ontologis dan epistemologis keilmuan.

  4. Menggalang kekuatan bersama sebagai anak bangsa yang bercirikan Bhinneka Tunggal Ika untuk merajut kembali peradaban Maritim Nusantara.

  5. Menghidupkan kembali seni budaya yang beragam dalam ranah Bhnineka Tunggal Ika berdasarkan nilai kerukunan, kedamaian, toleransi, empati, gotong royong, dan keunggulan dalam seni, budaya dan ilmu pengetahuan.

  6. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan gerakan Islam Nusantara.

  7. Mengutamakan prinsip juang berdikari sebagai identitas bangsa untuk menghadapi tantangan global.

Rakernas LESBUMI PBNU masa khidmat 2015-2020 dihadiri oleh:

  1. Ketua, K.H. Agus Sunyoto

  2. Wakil Ketua, K.H. Muhammad Jadul Maula

  3. Wakil Ketua, Candra Malik

  4. Wakil Ketua, Muhammad Dinaldo

  5. Wakil Ketua, Muhammad Sofwan

  6. Sekretaris, Uki Marzuki Solihin

  7. Wakil Sekretaris, Abdullah Wong

  8. Wakil Sekretaris, Abdul Ghofur

  9. Wakil Sekretaris, Sastro Adi Wiyono

  10. Bendahara, Senja Bagus Ananda

  11. Anggota, Abi S Nugroho

  12. Anggota, Didin Ahmad Zaenudin

  13. Anggota, Widyasena

  14. Anggota, Autar Abdillah

  15. Anggota, Lodji Nur Hadi

  16. Anggota, Isfandiari

  17. Anggota, Viddy Deary

  18. Anggota, Aji Prasetyo

  19. Anggota, Agung Purnomo

  20. Anggota, Agustya Hertwiyanto

  21. Anggota, Hasan Basri

  22. Anggota, Abdullah Alawi

  23. Anggota, H N Hamid

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)