IPNU-IPPNU Megawon Sambut Tahun Baru dengan Pentas Seni

Kudus, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Megawon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus sambut tahun baru 2016 dengan mengadakan Panggung Pentas Seni dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diadakan di Kantor Balai Desa Megawon Kecamatan Jati kabupaten Kudus, Kamis (31/12).

Sebanyak 7 peserta yang berasal dari Remaja Musholla dan Jamiyyah mengikuti Panggung Pentas tersebut diantaranya Musholla Miftahul Huda, Musholla Sabilun Najah, Musholla An Nur, Jamiyyah Al Muqtasidah, Musholla Al Amin, Jamiyyah Tadrisul Qur’an dan Jamiyyah Roudlotul Janah. setiap peserta menampilkan berbagai kesenian-kesenian tradisional diantaranya Rebana, Tari Kreasi, Musikalisasi Puisi, Puisi, Drama/Theater, dan Paduan Suara yang diikuti mulai umur 9-14 tahun.

Setelah sebelum selesainya acara, dewan juri yang berasal dari pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Jati mengumumkan pemenang juara 1 memperoleh nilai 705 diraih Musholla Sabilun Najah, juara 2 memperoleh nilai 693 diraih Musholla An Nur, juara 3 memperoleh nilai 670 diraih Musholla Al Amin, dan diberikan panitia kepada pemenang piala dan uang pembinaan.

Ketua PR IPNU Megawon Afdoni mengatakan, mungkin ini adalah yang pertama untuk menyelenggarakan Panggung Pentas dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan diikuti oleh Remaja Musholla dan Jamiyyah, namun acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, mungkin ada beberapa yang perlu dievaluasi dalam acara ini, tapi tidak menutup kemungkinan ada lebih banyak lagi masukan-masukan untuk menyelenggarakan acara ini di tahun depan.

“Semoga diadakannya Panggung Pentas ini, semua peserta bisa mengekspresiakan kemampuannya di bidang masing-masing, sehingga bakat yang kita miliki sekarang bisa tersampaikan di masyarakat, dan kita lebih mengasah bakat-bakat kita agar lebih baik lagi,” imbuhnya.

Ketua PAC IPPNU Kecamatan Jati Nurul Arifah mengatakan, setiap perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah. “Namun yang kalah janganlah berkecil hati, mungkin di tahun depan kitalah yang menang,” tuturnya.

Ia berpesan kepada semua peserta agar lebih meningkatkan atau mengembangkan kemampuannya dalam bidangnya masing-masing, sehingga ketika ada perlombaan dapat ikut berpartisipasi. (Dedi Hermanto/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)