Kaum Muda NU Didorong Pahami Politik Keumatan

Jombang, Kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) harus peka dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat bawah. Keilmuan, pengetahuan dan pengalaman mereka hendaknya juga disinggungkan langsung kepada keadaan warga masyarakat. Hal ini akan semakin membantu mepertajam analisa kaum muda dalam merespon dinamika yang terjadi di masyarakat.

Demikian yang disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur KH Abdul Nashir Fattah. Ia mengungkapkan bahwa kepekaan pemuda NU terhadap kondisi masyarakat adalah salah satu bentuk dari politik keumatan yang diistilahkan kiai Sahal. 

“Semacam ini yang biasa diistilahkan oleh Kiai Sahal dengan politik kerakyatan atau politik keumatan,” katanya kepada saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/1).

Untuk itu, lanjut Kiai Nashir, semua program yang dirumuskan harus terstruktur baik di tingkat daerah, wilayah hingga pusat harus memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat dan upaya menanamkan nilai-nilai tersebut. “Agenda-agenda yang diselenggarakan mereka bersinggungan pula dengan masyarakat. Lagi-lagi hal ini menjadi kepakaan tersendiri bagi mereka,” lanjutnya.

Ia mengaku semenjak waktu mudanya selalu melakukan pendampingan-pendampingan secara langsung dengan masyarakat, bahkan sebelum masuk di kepengurusan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kiai Nashir sudah melakukan hal yang serupa. “Harus bisa mendengarkan aspirasi-aspirasi masyarakat kemudian dibawa ke atas melalui lobi-lobi, peran NU harusnya begitu. Dan hal ini yang saya terima dan saya rasakan dari petinggi-petinggi NU dulu,” ungkapnya.

Keterlibatan warga nahdliyin untuk mendmpingi masyarkat dalam masa ke masa semakin berkurang, hingga pemuda-pemua NU khususnya enggan melakukan pengabdian yang lebih pada mereka. “Rata-rata sekarang kan tidak, sehingga kepekaannya juga tidak ada, jeritan rakyat masih banyak yang belum didngarkan, yang banyak kan begitu rata-arata sekarang,” ujarnya.

Dengan demikian untuk memulihkan kondisi tersebut kepada peran NU yang seharusnya, Kiai Nashir menuturkan, setidaknya membentuk pelatihan-pelatihan khusus dimulai dari tingkat pelajar tentang pola pengabdian kepada masyarakat dan upaya-upaya untuk menanamkan nilai-nilai ke-NUan. 

“Menurut saya harus membentuk pelatihan-pelatihan khusus untuk generasi muda, minimal mulai dari tingkat IPNU-IPPNU dengan melakukan pengabdian-pengabdian kepada masyarakat sehingga tertanam rasa kepekaan, dan ketika mereka sudah menjadi pimpinan mereka betul-betul memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)