Ketua LTN PBNU Masuk Buku Kisah Para Inspirator Brebes


Brebes,

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Juri Ardiantoro masuk dalam buku Sekilas Kisah Para Inspirator Kabupaten Brebes. Dia disejajarkan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Pelawak Tarno, dan Gubernur Akpol Anas Yusuf serta sejumlah tokoh Brebes lainnya.

“Kami melihat, Juri pantas masuk ke buku para tokoh Brebes ini karena menjadi inspirasi bagi warga Brebes lainnya,” kata penanggung jawab penerbitan Yuta Sugihyarti, di Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes.

Dalam buku tersebut, diterangkan sisi perjalanan Juri sejak kecil hingga dewasa dan mencari peruntungan di Ibu Kota Jakarta. Juri meraih sukses berbekal keberaniannya menegakan demokrasi melalui Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), anggota KPU RI. 

Pergerakan di kepengurusan PMII dan GP Ansor pusat serta kedudukan sekarang sebagai Ketua LTN PBNU 2015-2020 juga tertulis dalam buku tersebut. Juri dipandang telah membangun Indonesia yang demokratis, sejahtera dan rukun sehingga memberi inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Brebes untuk dijadikan teladan, terutama bagi generasi muda.

Tokoh lain dari kalangan NU yang masuk ke buku tersebut, Wakil Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun, tokoh muda NU Hijrotul Maghfiroh, penggerak pendidikan NU Nyai Sofiatunnisa, Wakil Rais PC NU Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah, Rais  PWNU Jawa Tengah KH Masruri Abdul Mughni (Alm) dan Ny Hj Mazkiyah serta yang lainnya dari 50 tokoh yang dimuat.

Buku yang diterbitkan Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes itu diprakarsai Drs H Atmo Tan Sidik yang juga Maestro Pelestari Budaya Pantura. Dengan Editor Lusiana Indira Isni, Wasdiun, dan Wahidin Soedjo. 

Sedangkan penulis terdiri dari penulis lepas dan para wartawan cetak dan elektronik yang bertugas liputan di Kabupaten Brebes, seperti Wijanarto, Bayu Setiawan, Imam Suripto, Suparji Rasban, Harviyanto, dan Kuntoro Tayubi.

Buku diterbitkan sebagai kado hari jadi ke-338 Kabupaten Brebes, dan telah dibagi kepada masyarakat secara gratis sebanyak 1000 eksemplar. Berbagai kekurangan dan kelebihan masih ada pada penerbitan khusus ini, sehingga akan dilakukan edisi revisi. “Insya Allah akan diterbitkan kembali edisi revisi, yang tentunya sambil menunggu anggaran berikutnya,” tambah Yuta. (Wasdiun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)