KOPRI UNINUS Adakan Sekolah Islam dan Gender

Bandung,
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Komisariat Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Cabang Kota Bandung mengadakan Sekolah Islam dan Gender (SIG)  di Gedung PWNU Jawa Barat dari tanggal 9-11 Januari 2016.

Kegiatan bertema “Merekonstruksi Giroh Pergerakan Demi Menegakkan Adil Gender” ini bertujuan untuk memberikan kesadaran adil gender terhadap para kader PMII dan KOPRI, khususnya di lingkungan Komisariat UNINUS, umumnya di lingkungan masyarakat.

Menurut ketua pelaksana kegiatan ini, Endang Siti Julaeha, mayoritas masyarakat di Indonesia masih bias gender, dengan adanya pengkajian melalui Sekolah Islam dan Gender ini diharapkan pemahaman mengenai gender dapat menjadikan kader PMII yang mempunyai jiwa adil gender.

Lebih tegas, ia menambahkan, kader PMII komisariat UNINUS mencoba mengikis segala bentuk diskriminasi antara dua jenis kelamin secara konstruk sosial yang masih ada di tatanan masyarakat Indonesia.  

“Tujuan dari SIG ini memberikan kesadaran khususnya bagi mahasiswa yang dituntut untuk mentransformasikan ilmunya kepada masyarakat akan ketimpangan gender karena masyarakat masih mengikuti mainstream konstruk sosial yang beredar sehingga ketika mahasiswa khususnya kader PMII yang telah memahami adil gender, dituntut untuk meluruskan mainstream tersebut,” katanya.

Kegiatan ini mengupas mengenai asal-usul konsep gender itu berasal. Kupasan gender ini tidak hanya berasal dari konsep Barat saja, tapi dari perspektif Al-Quran, Hadits dan juga fiqih. Selain itu mengupas juga konsep dasar Islam dan hukum Islam di Indonesia.

Pengkajian lima konsep pembelajaran tersebut merupakan salah satu langkah atau strategi yang mampu meminimalisasi diskriminasi-diskriminasi yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Kegitan ini diikuti kurang lebih 40 peserta. Mereka adakah anggota PMII dari beberapa Komisariat, diantaranya UNINUS, UIN SGD Bandung, dan beberapa komisariat dari Cabang Purwakarta yaitu Komisariat UPI Purwakarta, komisariat STAINU Purwakarta dan Komisariat STAI Almuhajirin Purwakarta. Juga beberapa delegasi dari Komisariat STAI Al-Musadadiyah Kabupaten Garut.

SIG merupakan agenda KOPRI yang mirip dengan SKK (Sekolah Kader KOPRI). Perbedaan keduanya terletak pada kekhususan pesertanya. SKK hanya untuk kader PMII perempuan, sedangkan SIG bisa diikuti laki-laki. (Red: Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)