Langit Pitoe dan Pelajar NU Gelorakan Maghrib Mengaji



Brebes,
Komunitas Langit Pitoe dan Pelajar NU Desa Klampis, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah kembali menggelorakan maghrib mengaji. Ditengarai kebiasaan mengaji di waktu maghrib di masjid, mushola maupun di rumah kiai makin ditinggalkan. Anak-anak banyak yang memilih menonton televisi.

“Kebiasaan mengaji bada maghrib, jangan sampai punah karena bisa menanamkan nilai kecintaan membaca Al Quran sejak dini,” ujar Ketua Komunitas Langit Pitoe Fitri Nur Janah (25) di sela kegiatan bakti sosial di balai desa setempat, Kamis (12/2).

Fitri mendatangkan para ustadz dari Pondok Pesanteren Darussalam Pimpinan Syeh Soleh Basalamah Jatibarang Kidul, untuk menjadi pembimbing bagi puluhan anak di desanya untuk mengaji bada maghrib.

Diakui Fitri, program kembali mengaji berat tetapi menjadi tantangan yang mengasyikan yang harus digelorakan terus-menerus. “Kami juga membuat selebaran dan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyalakan televisi saat maghrib hingga isya yang disetujui Kepala Desa Klampis agar anak-anak konsentrasi mengaji,” ungkapnya.

Dalam Bakti Sosial bersama anggota IPNU-IPPNU dan Remaja Masjid setempat menggalang dana dan beras yang kemudian disalurkan kepada anak yatim dan orang jompo warga setempat. Dan dalam waktu kurang dari 2 jam, tim baksos berhasil mengumpulkan beras seberat 136 kg dan uang sebesar Rp. 1.193.700,-. Hasil penarikan sedekah dari seluruh warga desa klampis ini kemudian dibagikan kepada 35 yatim/piatu dan 55 orong jompo di desa Klampis.

Kepala Desa Klampis Winarsih yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku gembira dengan kreativitas anak-anak remaja Klampis untuk kebaikan baersama. “Karena program ini disambut baik oleh masyarakat,  kami berharap kegiatan serupa bisa terus digalakan setiap bulan atau tiga bulan sekali”, harap Kades. (wasdiun/abdullah alawi)

 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)