LPBINU Tingkatkan Wawasan Standar Minimum Penanganan Pengungsi



Jakarta,
Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama (LPBINU) terus meningkatkan kapasitas para relawan di bidang kebencanaan, salah satunya penanganan pengungsi. Melaui sejumlah pelatihan, mereka diharapkan kian maksimal membantu kerja-kerja LPBINU.

LPBINU telah menggelar Pelatihan Standar Penanganan Pengungsi atau sphere project yang diikuti 10 orang relawan dari berbagai kalangan, di antaranya mahasiswa pencinta alam, suster, perawat, dokter, dan staf-staf LPBNU.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (20/1) ini di kantor LPBINU, Gedung PBNU Lantai 7, Jakarta, Kamis (20/1) ini mendatangkan Sofyan, narasumber dari Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).

Menurut Sofyan, meski bersifat sukarela, sphere project sudah menjadi kesepakatna internasional. Saat ini banyak organisasi kemanusiaan di Indonesia yang sudah menggunakan standar ini. Selain terpenuhinya kebutuhan korban, yang mesti juga diperhatikan dalam penanganan pengungsi adalah standar yang sudah diterapkan.

“Misal dalam pengadaan air bersih. Setiap satu orang dalam sebuah pengungsian berhak mendapatkan 7,5 -15 liter air bersih. Air itu untuk kebutuhan dasar hidup 2-3 liter, 2-3 liter untuk kebersihan, dan sisanya untuk memasak. Hitungan itu tidak dilakukan secara tiba-tiba tetapi sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Terakhir, Sofyan menyampaikan yang terpenting dari penanganan bencana adalah solidaritas umat. “Jadi umat dalam memberikan bantuan tidak lagi berdasar dari kita punya apa, tapi meraka membutuhkan apa,” tutup Sofyan. (Adi Sucipto Rahman/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: