Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk



Pamekasan,
Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni  Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan. 

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah. 

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah As’adiyah Shidqi.

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. “Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini,” terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah As’adiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

“Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan,” tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

“Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)