Menhan: Bela Negara Tak Bertentangan dengan Agama



Jakarta,
PBNU bersama PGI, KWI, PGI, MATAKIN, PHDI, WALUBI, LPOI menggelar apel Lintas Iman Bela Negara di Lapangan Banteng, Jakarta Ahad, (17/1). Kegiatan tersebut diikuti tak kurang 10 ribu warga dari berbagai komunitas.

Apel bela negara mendaulat Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu sebagai inspektur upacara. Dia mengatakan, perjuangan merebut dan mengisi kemerdekaan tidak dilakukan satu kelompok, suku atau agama saja, melainkan seluruh elemen bangsa. Penduduk Indonesia bersatu-padu melawan penjajah.

Setelah kemerdekaan diraih, kat dia, Indonesia menjadi bangsa berdaulat. Kemudian bangsa Indonesia memiliki cita-cita yang sebagaimana tercantum dalam UUD 45. Menurut dia, ada 3 kata kunci utama yaitu keamanan, kesejehteraan, memajukan perdamaian dunia.

Indonesia siap mempertahankan negara dari ancaman dalam dan luar negeri dengan sistem pertahanan semesta, yaitu keikutsertaan seluruh warga, memanfaatkan sumber daya lainnya. “Ke depan bukan, perang bukan alutsista lagi, tapi hati pikiran rakyat untuk membelokkan ideologi,” tegasnya.

Kemhan, lanjut dia, menyusun desain strategi pertahanan semesta. Konsep ini direvitalisasi dan diaktualisasi untuk pembangunan kesadaran bela negara sehingga rakyat menjadi bagian dari pertahanan. Bela negara pada hakikatnya adalah perilaku semangat pengabidian luhur yang berdasar Pancasila UUD. “Bela negara tidak bertentangan dengan agama mana pun. Muslim yang baik adalah warga negara yang baik pula,” katanya. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)