Mustasyar NU Pringsewu: Kita Ini Makhluk Ibadah

Pringsewu, Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi mengingatkan kepada seluruh jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang memenuhi Aula Gedung PCNU Pringsewu, Pringsewu, Lampung, untuk senantiasa meniatkan seluruh aktivitas yang dikerjakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada sang pencipta, Allah subhanahu wata’ala.

“Kita ini makhluk ibadah. Tidak ada aktivitas kita di dunia jika diniati dengan benar kecuali bernilai ibadah. Karena Allah subhanahu wata’ala juga tidak menciptakan kita di dunia kecuali untuk beribadah,” tegasnya mengutip makna salah satu ayat Al-Qur’an, Ahad (10/01).

Hal ini memiliki keterkaitan erat dengan macam-macam bentuk ibadah yang dapat dilakukan oleh manusia. “Ibadah tidak hanya dalam bentuk langsung kepada Allah atau ibadah mahdhah, namun ibadah juga ada yang ghairu mahdhah atau yang tidak langsung kepada Allah subhanahu wata’ala,” terangnya.

Penjelasannya ini merupakan penafsiran dan penjabaran dari materi tafsir Al-Quran yang rutin ia asuh dan berikan pada kegiatan Jihad Pagi serta sudah memasuki ayat ke-5 dari Surat Al-Fatihah.

Abah Sujadi, begitu ia biasa dipanggil, menjelaskan bahwa kata na’budu pada ayat ke-5 Surat Al-Fatihah memiliki makna beribadah yang bersifat bottom up atau dari bawah ke atas. Sedangkan kata nasta’in pada ayat tersebut memiliki makna top down atau dari atas ke bawah.

“Ketika kita menyembah Allah subhanahu wata’ala maka tentunya hanya kepada Allah lah kita meminta. Jangan sampai kita menyekutukan Allah atau Syirik yaitu tidak konsistennya antara menyembah dengan meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala,” terangnya.

Ia juga mengingatkan kepada jamaah bahwa kata-kata iyyaka dalam ayat kelima ini diulang sebanyak dua kali. Hal ini, menurutnya, sebagai bentuk pemantapan dan penekanan bahwa Allah lah yang harus disembah, bukan yang lainnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: