Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Jakarta, NU Online
Ketua PP Pencak Silat NU Pagar Nusa M Heru Taufiq menyatakan bahwa Presiden Jokowi harus tegas dalam menindak teroris. Gus Heru menilai, pemerintah hendaknya menetapkan status “darurat terbatas” untuk meningkatkan pengamanan atas ancaman terorisme di DKI Jakarta.

“Presiden Joko Widodo harus bertindak tegas terhadap pelaku teror. Pemerintah harus memutus jaringan teror dengan program deradikalisasi taktis dan sistematis. Memberikan perilaku aman kepada warga negara, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah,” ungkap Gus Heru, yang juga keluarga dekat Pesantren Tebuireng.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa penetapan status darurat terbatas menjadi opsi strategis untuk mengantisipasi ancaman teror lanjutan. “Ancaman aksi teror sudah menghantui warga negeri, khususnya di DKI Jakarta. Teror hari ini, bisa saja terjadi di daerah lain, dengan motif dan tujuan yang sama, yakni mengancam keutuhan NKRI,” terang Heru.

Ia mengapresiasi kinerja Polri yang cukup tanggap dan dalam waktu singkat melumpuhkan para teroris. “Kita dukung kerja polisi, dan kami memberikan apresiasi atas penanganan dalam waktu yang cukup singkat sehingga bisa memberikan rasa aman pada masyarakat,” ucap Gus Heru.

Untuk itu, tambah Gus Heru, upaya deradikalisasi perlu dikonseptualisasi dengan semangat “hubbul wathan” . “Prinsip Hubbul Wathan ini sudah menjadi semangat kaum pesantren dalam membela bangsa sejak masa kemerdekaan. Tentu saja, semangat ini dapat dikontekstualkan untuk menguatkan NKRI dari ancaman kekerasan jaringan teroris. Pagar Nusa siap membela Indonesia dengan program deradikalisasi berkelanjutan,” terang Heru.

Dalam keterangan pers yang diterima media ini, Gus Heru menegaskan bahwa deradikalisasi perlu mengintegrasikan kekuatan aparat negara dan ormas-ormas Islam yang selama ini terbukti membela NKRI.

Siang tadi, Kamis (14/1), sekitar pukul 10.00 WIB terjadi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta. Ledakan keras terjadi di Pos Polisi dan Starbucks Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Data yang dirilis Polda Metro Jaya, terdapat 20 korban luka, 6 orang anggota polisi, 10 warga sipil, dan 4 Warga Negara Asing. (Red Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)