Paham Moderat Perkokoh NKRI

Brebes,
Paham moderat akan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya paham radikal akan merusaknya. Gerakan-gerakan radikal seperti paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terbukti telah membuat kegaduhan meskipun dengan dalih Islam sebagai pondasi utamanya.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Al-Arifah Buntet, Cirebon KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim pada Pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerekan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari di Masjid Jami Al Amin Desa Dumeling, Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Ahad malam (11/1).

Terbukti, lanjutnya, di Timur Tengah juga banyak negara yang 100 persen Islam, namun timbul konflik yang berkepanjangan akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan, tidak moderat, tidak menghargai adanya perbedaan.

Negara Indonesia yang terdiri dari macam nusa, suku, bahasa, dan agama, bisa tetap menjaga persatuan dan kesatuan karena adanya toleransi umat beragama. “Khusunya paham moderat Nahdlatul Ulama yang disebar para ulama sejak dahulu kala, telah membawa kedamaian,” ungkapnya.
 
Begitu besar jasa ulama, perlu diteruskan oleh para pemuda terkhusus yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor. Sejarah masuknya Islam di Indonesia, juga lewat cara-cara damai, sehingga dakwah yang di kenalkan para Wali Songo yang moderat itu, harus dipertahankan. “Kalau tidak, nanti bisa muncul paham-paham dan gerakan radikal,” ujarnya.

Ia meminta GP Ansor harus menjadi garda terdepan menjaga paham moderat, termasuk menjaga amanat para ulama terdahulu untuk mempertahankan dan melestarikannya.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah H Ikhwanudin melantik kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari untuk masa khidmah 2015–2018. Ikhwan berharap Ansor harus terus menguatkan kelembagaan dan aksi nyata di masyarakat. Program yang dijalankan, harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Sehingga lebih banyak membawa manfaat ketimbang mudlarat.

“Sesuai dengan namanya Ansor yang berarti penolong, harus mampu mengaplikasikan programnya sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.

Ketua PAC GP Ansor Wanasari Bayu Rohmawan usai dilantik menjelaskan, pelantikan merupakan prosedural yang harus dilaksanakan di semua tingkatan. “Ini merupakan langkah awal dan ikhtiar untuk membaktikan diri ke masyarakat,” jelasnya.

Sebagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, lanjutnya, bertekad membaktikan diri kepada masyarakat, agama dan bangsa. GP Ansor sebagai penerus estafet kepemimpinan ulama dan bangsa. Ansor punya peran mewujudkan pemuda yang bermanfaat bagi masyarakat. Shubbanul yaum rijalul ghod yang mengandung maksud pemuda hari ini, pemimpin di masa yang akan datang.

Pengurus yang dilantik antara lain: Ketua Bayu Rohmawan, Sekretaris Munawarudin, dan Bendahara Edi Tristiyanto serta Kepala Satuan Kordinator Kecamatan (Satkorcam) Banser Ahmad Mihrojudin.

Turu hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes Ahmad Munsip, Ketua KPU Brebes M Riza Pahlevi, Ketua MWC NU Wanasari KH Shobarudin, segenap Dewan Penasehat GP Ansor Wanasari dan Pengurus Badan Otonom NU Wanasari lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: