PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama

Jakarta, NU Online
Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan dengan pengurus sejumlah lembaga di NU yang menangani pendidikan. Pengurus Syuriyah PBNU meminta laporan dari masing-masing lembaga terkait data dan kerja-kerja pendidikan di wilayah garapan masing-masing.

“Pesantren dengan hadirnya kiai, pondok, dan santri, biar menjadi urusan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) saja. Sementara madrasah ibtida’iyah hingga aliyah, kita serahkan kepada LP Ma’arif,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Mas Subadar dalam rapat yang dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan juga Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil.

Utusan sejumlah lembaga yang hadir antara lain adalah perwakilan dari LP Ma’arif NU, RMI, PP Muslimat NU, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Lembaga Takmir Masjid PBNU. Masing-masing dari mereka menyampaikan data terkini terkait lembaga binaan mereka.

“Yang penting, kita perlu memperjelas kerja lembaga-lembaga ini agar tidak terjadi tumpang tindih kerja di lingkungan pendidikan NU,” ujar Gus Yahya yang memimpin rapat harian Syuriyah PBNU di Jakarta, Rabu (6/1) sore.

Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi mengatakan, LTM PBNU kini sedang menggarap panduan operasional menggerakkan masjid. “Pasalnya pengurus banyak masjid belum mengerti bagaimana tujuan mengurus masjid,” kata H Mansur.

Terkait lembaga pendidikan kanak-kanak yang dihidupkan di lingkungan masjid, H Mansur belum memiliki data. Pasalnya, LTM PBNU masih menyosialisasikan 7 program utama kepengurusan masjid.

“Kita serahkan tugas pembinaan PAUD dan TK kepada Muslimat NU,” ujar Katib Syuriyah PBNU KH Asrorun Niam Sholeh.

Laporan dari utusan lembaga dan banom NU itu akan ditindaklanjuti PBNU sebagai pedoman dan pembagian kerja bagi lembaga dan banom NU yang menangani pendidikan.  (Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)