PBNU: ISHARI Harus Berkembang Sampai Go Internasional



Surabaya,
Parkir utara Kantor PWNU Jawa Timur yang berada di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya dipenuhi ribuan jamaah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Sabtu malam (16/1). Mereka membaca shalawat sekaligus memperingati hari lahir NU ke-90, 57 tahun ISHARI, serta TV9 yang ke-6.

Dalam sambutan atas nama PBNU, H Imam Aziz mengatakan bahwa dengan peringatan ini diharapkan keberadaan ISHARI yang diakui sebagai badan otonom (Banom) dapat semakin berkembang.

“Alhamdulillah, Muktamar ke-33 NU di Jombang telah memutuskan bahwa ISHARI diakui sebagai Banom,” kata Imam Aziz.

Dengan diakui sebagai Banom resmi NU, maka tugas selanjutnya adalah bagaimana keberadaan ISHARI dapat menjadi organisasi nasional. “Dengan demikian keberadaan Banom ini tidak semata ada di Jawa Timur, juga dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya. Tidak hanya di level nasional, bahkan keberadaan ISHARI harus go internasional karena didukung oleh TV9, lanjut Imam Aziz yang diamini hadirin.

Dalam pandangan Ketua PBNU ini, Pengurus Pusat ISHARI harus membuat sejumlah program yang mampu menyelamatkan Indonesia dengan shalawat yang memiliki ciri khas tersendiri. “Gerakan yang ditampilkan ISHARI, ternyata memiliki makna yang demikian penting,” katanya. Tidak hanya itu, Imam Aziz berharap ISHARI juga dapat menjadi salah satu pilar yang mampu menyelamatkan negeri ini dengan shalawatnya.  

Acara yang bertitelkan “Doa untuk Indonesia, dari ISHARI NU untuk Bangsa” ini diikuti setidaknya lima ribu personil. Mereka adalah utusan dari seluruh kota dan kabupaten se Jawa Timur.

Tampak hadir KH Hasib Wahab Chasbullah (PBNU), H Misbahul Munir (PWNU Jawa Timur), H Hakim Jayli (Presiden Direktur TV9) serta H Yusuf Arif selaku Ketua ISHARI Jatim. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: