PBNU-Spanyol Jajaki Kerja Sama Redam Radikalisme Agama



Jakarta,
Wakil Duta Besar Spanyol Rodrigo de la Vina Muhlack bersama seorang seorang staf bertamu ke PBNU Jakarta Pusat, Rabu, (20/1). Ia ditemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum H Bina Suhendra, dan Wakil Sekretaris Jenderal Imam Pituduh.

Menurut Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Rodrigo de la Vina Muhlack mengungkapkan keprihatinannya atas perkembangan radikalisme agama dan terorisme. Hal itu juga yang terjadi di negaranya. Kedua belah ada keinginan untuk meredamnya.

Di Sapanyol, diperkirakan ada sekitar 500 orang yang ikut Islamic State of Iraq and Shiria (ISIS). “Ada kesamaan keprihatinan antara Indonesia dan Spanyol terkait menjamurnya radikalisme agama dan terorisme,” kata Marsudi.

Untuk mengatasi hal itu, akan kedua belah pihak akan menjajaki kerja sama pertukaran pelajar atau pemuka agama. “Dalam kesempatan itu, PBNU menyebutkan bahwa NU megembangkan Islam Nusantara yang damai, Islam yang meragkul bukan memukul, Islam membina tidak menghina, Islam ramah yang tidak marah-marah,” tambahnya.

Menurut Marsudi, NU menerangkan wakil Spanyol, bahwa budaya Islam Nusantara berbeda dengan Timur Tengah dan dan di Eropa. Kelebihan Islam Nusantara adalah wataknya yang moderat, tasamuh, tawazun, taadul.

“Mereka khawatir banyak radikalisme di negara mereka. NU dianggap tepat untuk bisa bersama-sama mendorong Islam yang moderat ini ke Eropa,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)