Peletakan Batu Pertama Pesantren As-Shighor Cabang Melawi

Melawi,
Pembangunan Pesantren As-Shighor Al-Islamy cabang Melawi Kalimantan Barat dimulai. Pembangunan lembaga pesantren cabang dari pesantren As-Shighor Al-Islamy Gedongan Kabupaten Cirebon ini sejak 2014 mulai dirintis oleh tokoh masyarakat Melawi, alumni pesantren Gedongan, dan anak dari pengasuh pesantren As-Shighor KH Bisri Imam.

Pondok pesantren ini menonjolkan bidang tahfidz, bahasa, dan kajian kitab klasik. Pendirian cabang ini merupakan inisiatif Kiai Bisri Imam Gedongan untuk memperluas jangkauan dakwah. Lembaga pesantren cabang Melawi ini berdiri di atas tanah wakaf seorang Kepala SD di Melawi Maswandi.

Di atas tanah seluas 1,5 hektare, kini bangunan pesantren sedang dalam tahap pembangunan gedung dan sarana lainnya. Saat ini pesantren memulai pembangunan masjid yang secara simbolik diadakan peletakan batu pertama dan diresmikan langsung oleh Kiai Bisri Imam yang didampingi oleh Istri Bupati terpilih Melawai Ibu Hj Nurbaeti Eka Mulyastri Panji sebagai pembina pesantren As-Shighor cabang Melawi.

Peletakan batu pertama ini disaksikan oleh Kepala Kementerian Agama Melawi beserta beberapa kepala desa sekitar dan masyarakat setempat. Prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilangsungkan pada Selasa (5/1).

“Pesantren sebagai tonggak dakwah menunjukkan komitmennya untuk masyarakat Melawi. lembaga ini nantinya menjadi pusat keilmuan dan pusat sumber daya insani yang siap dalam mengabdikan diri bagi masyarakat Melawi khususnya serta bangsa Indonesia pada umumnya,” kata Kiai Bisri Imam.

Kepala Kemenag Melawi menyatakan rasa syukurnya atas pembangunan pesantren As-Shighor di Melawi karena selama ini keberadaan pesantren hanya berada di Jawa. Padahal banyak daerah membutuhkan pendidikan pesantren.

“Eksistensi pesantren juga bisa membantu program pemerintah yang berkaitan dengan pembinaan mental. Saya berharap ke depan seluruh elemen masyarakat maupun pemerintahan dapat membantu dan mendukung kemajuan pesantren di Melawi,” katanya. (Syam Hady/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)