Pemkab Jombang Beri Insentif Takmir Masjid dan Musholla



Jombang,
Pemerintah kabupaten Jombang, Jawa Timur, bakal memberikan insentif kepada takmir masjid dan musholla di setiap desa. Anggaran untuk pengelola tempat ibadah ini mencapai Rp 10 juta setiap desa.

Kepastian pemberian dana insentif bagi takmir masjid dan musholla ini dikatakan Bupati Nyono Suharli saat peluncuran dana Alokasi Dana Desa (ADD) serta Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN. “Untuk takmir masjid dan musholla juga kita anggarkan sebesar Rp 10 juta setiap desa,” ujarnya di hadapan ratusan kepala desa se-Jombang di pendopo kabupaten, Rabu (27/1).

Tidak hanya takmir masjid dan musholla, pemerintah juga memberikan insentif bagi penjaga makam yang nilainya sebesar Rp 3 juta. “Pada tahun anggaran 2016 ini insentif penjaga makam naik dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Insentif juga bakal diberikan kepada kepala Rukun Tetangga (RT) dan rukun Warga (RW) yang nilainya setiap RT/RW sebesar Rp 500 ribu. “Kalau tahun lalu hanya Rp 100 ribu saja. Pada tahun ini setiap RT akan menerima insentif sebesar Rp 500 ribu. Ada sebanyak 9.984 RT/RW,” kata Nyono.

Alokasi anggaran itu, dikatakan bupati Nyono harus dianggarkan oleh desa dari alokasi anggaran desa dan dana desa. Anggaran Alokasi Dana Desa untuk kabupaten Jombang tahun anggaran 2016 mencapai Rp 309 miliar. Anggaran itu bersumber dari APBD sebesar Rp 118 Miliar dan DD yang bersumber dari APBN sebesar Rp 191 Miliar.”Ada 302 desa yang bakal menerima dari 306 desa dan kelurahan. Setiap desa rata rata menerima Rp 1 miliar lebih,” pungkasnya.

Pemerintah Jombang setiap tahun juga memberikan insentif bagi guru ngaji di TPQ dan para penghafal Al-Quran atau hufadz.  Namun untuk guru TPQ dan hufadz ini anggarannya tidak melekat pada ADD dan DD, tetapi berada di bagian Kesra sekretariarat daerah. Setiap TPQ mendapatkan Rp 2,5 jutasetiap tahun sedangkan hufadz mendapatkan Rp 3 juta. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)