Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur Gelar Maulid Nabi dan Haul Pendiri

Jakarta, Pesantren Al-Mawaddah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Almaghfurlah KH Muhammad Saalih, Sang Pendiri Pesantren Al-Mawaddah, Jumat (8/1) malam.

Hadir dalam acara tersebut, para habaib, tokoh masyarakat, dan ulama. Antara lain Pengasuh Pesantren Qothrun Nada Depok, KH Burhanuddin Marzuki, Pengasuh Pesantren Nurul Hayat Depok, KH Nur Kholis, dan Pengasuh Pesantren Tahfidz Nurani Cipedak Jakarta Selatan, KH M Ilyas Marwal.

Dari umara, hadir Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, Camat Jagakarsa, Fidiyah Rokhim, Komandan Rayon Militer (Danramil) 08 Jagakarsa Mayor Arm Hartono, dan Kapolsek Metro Jagakarsa, Komisaris Polisi (Kompol) Sri Bhayangkari beserta jajarannya.

Ribuan hadirin tampak khidmat mengikuti lantunan sholawat Shimtudduror yang didendangkan para santri diiringi rebana modern. Sembari duduk lesehan di halaman pesantren di sebelah barat hingga makam KH M Saalih di sebelah timur. Mereka juga khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran oleh juara 1 MTQ Kota Depok, Ahmad Fajaruddin Jazuli.

Pantauan , makin malam para pengunjung terus berdatangan secara bergelombang. Sepanjang Jalan Sadar Raya Gudang Baru hingga ujung Jalan Warung Sila Ciganjur ditutup. Di beberapa titik, tampak aparat kepolisian sektor Jagakarsa berjaga-jaga dibantu para santri berseragam Pramuka. 

Dalam sambutannya selaku Pengasuh Pesantren Al-Mawaddah, KH Abdullah Hasani mengajak hadirin untuk terus menumbuhkembangkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. “Melalui rangkaian acara gebyar Maulid Nabi kali ini, kami mengajak hadirin khususnya para santri untuk selalu cinta Rasul,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Kiai Abdullah, gebyar maulid dimeriahkan beberapa kegiatan. Antara lain festival hadroh, lomba bina bakat islami, dan festival marawis se-Jabodetabek. Turut meramaikan kegiatan, konser amal “Debu Peduli Santri” di hotel Bumi Wiyata Depok, juga bakal digelar Rabu, 6 Februari 2016 mendatang.

“Hasil konser amal tersebut 100% untuk pembangunan pesantren ini. Kepada Musthofa, pimpinan grup Debu, kami ucapkan jazakumullah,” ujar Kiai Abdullah bangga.

Di tempat terpisah, KH Abdillah Hasani menambahkan gebyar maulid yang digelar di Pesantren Al-Mawaddah hendak memberi pesan bahwa Nabi Muhammad sebagai teladan abadi. “Saya ingin para santri menjaga tradisi ini serta terus semangat untuk meneladani beliau,” tandas saudara kembar Kiai Abdullah ini.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Rais Aam Jamiyyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah Annahdliyyah (JATMAN) dijadwalkan menyampaikan ceramah agama. Grup musik religi Debu juga tampil melantunkan sholawat dan nasyid-nasyid penggugah jiwa. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)