Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat


Kendal,

Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan workshop sistem manajemen pesantren (Simapes). Pelatihan Peningkatan mutu ini bertempat di qoah (aula) utama pondok pesantren al-Musyaffa Brangsong. Hadir tim Simapes sebagai trainer pada acara ini. 

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng H Sholihin mengenang ketika masih di pesantren selalu ingat dengan 3 T+S+M yaitu tahu, tempe, terong ditambah sambel dan mendoan. Namun, substansi itu bukan yang ingin dijelaskan, tetapi pesantren menjadi lembaga pendidikan awal di Indonesia yang tumbuh merawat tradisi dan budaya masyarakat. 

“Pesantren ke depan akan menjadi ikon lembaga pendidikan di Indonesia,” jelas Sholihin, Kamis (28/1/2016). 

Bisa dilihat, alumni pesantren itu menjadi perekat (lem sosial) di masyarakat. Mereka mau berbaur dengan masyarakat dimana mereka tinggal. Selain itu, pesantren merupakan laboratorium untuk mencetak santriwan-santriwati yang berakhlak mulia. Hal ini pun sejalan dengan visi-misi pemerintah khususnya presiden dengan revolusi mental. Revolusi mental sejatinya menginginkan manusia yang berkarakter baik. 

Selain itu pesantren tidak hanya memikirkan apa yang ada di dunia ini saja. “Pinter donyone pinter akhirate, (bagus di dunia juga di akhirat),” tambah Sholihin. Kita bisa melihat dengan negara-negara lain yang sekarang sedang terjadi konflik. Di Indonesia dengan segala keragaman suku, ras, agama dan etnis mampu meredam konflik yang akan muncul di permukaan. Ini tak lepas dari peran pesantren hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. 

Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren pelatihan ini menjadi penting. Simapes akan mempermudah untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap kinerja pesantren. Tim Simapes ini terbentuk dari unsur Kanwil Kemenag Jateng, RMINU Jateng, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Jawa Tengah dan alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi Jateng. (Zulfa/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)