Ratusan Santri Digembleng Ala Banser


Demak,

Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Trenggalek kembali menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar). Diklatsar Banser II ini cukup berbeda dari biasanya karena pesertanya sebagian besar dari kalangan pesantren. Tak tanggung-tanggung, hampir 200 santri dari pesantren di Trenggalek ikut dalam agenda tersebut.

Kasatkorcab Banser Trenggalek, H. Fatkhur Rohman mengatakan, kaum santri dan kiai mempunyai sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui laskar Hizbullah dan Sabilillah, mereka angkat senjata menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Pangeran Diponegoro dan pengikutnya santri. Arek-arek Surabaya yang berhasil memukul mundur Inggris dalam pertempuran 10 November juga santri. Dan masih banyak tokoh lainnya yang santri. Makanya, santri sekarang perlu dipupuk jiwa nasionalismenya, karena ia adalah benteng aswaja dan NKRI,” paparnya.

Diklatsar II ini berlangsung di Pondok Pesantren Sulaiman Gandusari, (6-8/5). Selama tiga hari, para santri diberi materi keaswajaan, kebangsaan, dan tak lupa, gemblengan kanuragan. Diklatsar ditutup oleh Kasatkorcab dan pembacaan Rotibul Hadad yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren, KH. Musyaroh Utsman. (Abid Dzulfikar/Zunus)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)