Siswa SMK Mambaul Ulum Magang Teknnik Elektrik dan Agrikultur di Tiongkok



Probolinggo,
Meski belum genap tiga tahun berdiri, SMK Mambaul Ulum di Desa Sukodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo mulai menunjukkan kualitasnya. SMK yang berada di bawah naungan Yayasan Mambaul Ulum itu berhasil mengantarkan dua siswanya magang selama 1 bulan di Tiongkok (China).

Mereka magang di Tianjin Sino-German Vocational Technical College, sebuah perguruan tinggi di wilayah Provinsi Tianjin, 15 melalui program kerja sama Provinsi Jawa Timur dengan Tianjin, Tiongkok.

Di lembaga perguruan tinggi di Tiongkok itu, Krischandra Pradana Putra magang di bagian pembuatan elektrik cycle dan Muhammad Imron Hamzah di bagian agricultur, mesin pertanian. Dua siswa SMK Mambaul Ulum yang berasal dari jurusan Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri (TPMI) kelas XI itu, merupakan satu satunya perwakilan SMK di Kabupaten Probolinggo yang berhasil berangkat ke Tiongkok. Di sana mereka didampingi guru produktif TPMI SMK Mambaul Ulum, Achmadi.

“Se-Jawa Timur ada 10 SMK negeri/swasta yang berhasil lolos seleksi berangkat ke Tiongkok. Alhamdulillah, meski baru berdiri pada tahun 2013 lalu, kami sudah berhasil mengantarkan siswa kami ke Tiongkok dan mewakili Kabupaten Probolinggo. Sebelumnya mereka diseleksi pada bulan Juni yang diikuti oleh 70 SMK Negeri/Swasta se-Jatim. Sebelum berangkat mereka didiklat di PT JIT, Madiun,” ujar Kepala SMK Mambaul Ulum Cung Ali Samsuri, Kamis (28/1).

Menurut Imron Hamzah, alat praktik di sana banyak beda dengan di sini. Di sana lebih lengkap. Selain itu, untuk menggunakan alat praktik, kami harus benar-benar sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan harus diterapkan.

Selain harus menerapkan SOP dan disiplin waktu, peralatan-peralatan termasuk safety induction, seperti, helm pelindung kepala (safety helmet), kaca mata pengaman (safety glasess), pelindung kaki (safety shoes) dan baju kerja (later park) harus benar-benar dipenuhi.

“Safety Induction atau keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus dipakai. Kita juga diberi materi pengetahuan mengenai keselamatan kerja 6S. Yakni, seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke dan security,” ujar Imron Hamzah, siswa asal Desa Sukodadi Kecamatan Paiton.

Selama di Tiongkok, mereka mendapatkan materi drive electric cycle, Circuit Diagram, Chinese class. Sementara untuk kelas agricultur, mereka terima materi Milling dan materi bubut.

Selain magang selama di Tiongkok, mereka juga melakukan kunjungan di tiga perusahaan besar. Seperti Tianjin Xingya Technology Co.Ltd di Ninghe Country, Industrial Park, Diler Audi Sino-German dan sebuah perusahaan traktor China-Amerika.

SMK binaan PT IPMOMI Paiton bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan SMKN 1 Singosari Malang itu, saat ini memiliki sejumlah program kompetensi keahlian atau jurusan. TPMI (Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri), Teknik Otomasi Industri (TOI) dan Akuntansi (AK). Tahun ajaran baru 2016-2017 SMK Mambaul akan membuka jurusan baru, Teknik Sepeda Motor (TSM).

“Harapan saya apa yang sudah didapat selama magang di Tiongkok bisa ditularkan kepada teman-temannya di sekolah. Sehingga bisa menginspirasi teman-teman yang lainnya,” ujar Achmadi.

Saat magang, cuaca Tiongkok sedang musim dingin. Seperti diketahui, Tiongkok memiliki empat musim berbeda. Salah satunya musim dingin yang terjadi pada bulan Desember hingga awal Maret. Saat itu, di Provinsi Tianjin suhu udara setiap hari rata-rata berkisar minus dua hingga empat derajat celcius.

Jaket tebal menjadi senjata andalan warga kota setempat dalam beraktivitas setiap hari. Meski di setiap ruangan dilengkapi dengan pemanas ruangan, dinginnya Tiongkok masih terasa bagi orang Indonesia. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)