Teladani Mbah Sahal, KMF Jakarta Gelar Haul

Jakarta Selatan, Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Jakarta mengadakan peringatan Haul Ke-2 KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, Ahad malam (10/1) di Ndalem Pejaten, Pasar Minggu, Jaksel. Acara dimulai dari pagi sampai malam dengan khataman bil ghoib, khataman bin nadzor, dan tahlil. Ada sekitar 80-an santriwan-santriwati Mbah Sahal yang hadir dalam acara tersebut.

Ketua KMF Jakarta, Muchlis mengatakan, haul Kiai Sahal merupakan salah satu agenda rutin KMF Jakarta selain halal bihalal. “Juga untuk mengenang dan meneladani perjuangan Mbah Sahal dan masyayikh Mathali’ul Falah lainnya,” katanya saat diwawancarai.

Lebih lanjut, Muchlis mengatakan, Mbah Sahal selain pernah menjabat Rais Aam PBNU, beliau  juga  merupakan seorang entrepreneur, pemberdaya masyarakat, pemikir yang inovatif dan penulis yang produktif. Dalam suatu kesempatan, Mbah Sahal pernah berkata bahwa seorang kiai adalah seseorang yang bukan saja mengetahui banyak hal tentang agama.

“Tetapi juga seseorang yang peka terhadap masyarakatnya,” tambah mahasiswa UIN Jakarta ini.

Di tempat yang sama, salah satu santri Mbah Sahal yang sekarang menjabat sebagai Direktur Ben Hokk Property, Nurul Yaqin mengatakan bahwa dalam dunia marketing, Mbah Sahal itu super product dan juga super brand. Beliau bukan hanya hanya memiliki kualitas yang luar biasa, tapi juga memiliki brand yang juga luar biasa. “Mbah Sahal merupakan sosok yang visioner dan luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut, Yaqin mengatakan independency of mind, watak dan karakter yang kuat yang dimiliki Mbah Sahal merupakan pengaruh yang didapat dari orang-orang disekitarnya sewaktu masih muda. “Diantara orang-orang itu adalah KH Mahfudh Salam, KH Abdullah Salam, KH Muhajir Bendo dan KH Zubair Sarang,” tambahnya.

Sementara, santri lain Kiai Sahal, Faiz mengatakan, kegiatan sederhana yang digelar KMF Jakarta ini menggambarkan sosok Mbah Sahal yang sederhana. “Saya kira acara seperti sangatlah bagus karena selain sebagai ajang silaturrahim antar santri Mbah Sahal, juga sebagai ajang untuk meneruskan perjuangannya,” ungkapnya.

KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU tiga periode yakni dari tahun 1999 hingga wafatnya beliau tahun 2014. Mbah Sahal juga merupakan Ketua Umum MUI mulai dari tahun 2000 hingga wafat. Meski memimpin dua lembaga besar yang betempat di Jakarta , Mbah Sahal tetap tinggal di Kajen-Pati. Hal tersebut dikarenakan beliau tidak ingin jauh dari dunia pesantren dan santri-santrinya. (Faridur Rohman/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)