Usai Istighotsah, PMII Kentingan Diskusikan Pemikiran Gus Dur

Solo,
Kader PMII Kentingan Kota Solo menggelar doa bersama di Masjid Nurul Amal Jebres pada momentum malam tahun baru 2016, Kamis (31/12). Lepas doa bersama, mereka membuka diskusi tentang pemikiran dan gerakan sosial KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dalam kesempatan ini Ketua PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafid mengatakan, sosok Gus Dur merupakan teladan bagi kaum pelajar termasuk mahasiswa. “Sebagai seorang mahasiswa, penting untuk memahami ajaran toleransi Gus Dur, serta makna toleransi sebagai kebutuhan di tengah-tengah masyarakat,” kata Rodif.

Menurut Rodif, mahasiswa juga perlu mendorong masyarakat agar muncul semangat toleransi.

“Penting pula bagi pemerintah, untuk memberikan jaminan dan perlindungan hak kepada warga dalam berbagai aspek positif,” ujar Rodif.

Lebih lanjut Rodif mengatakan, pengamanan yang dilakukan oleh berbagai pihak termasuk Banser dalam menjaga kondusivitas jelang tahun baru merupakan salah satu contoh belum optimalnya negara dalam memberikan jaminan hak beribadah kepada warganya.

“Aparat dan Banser yang menjadi pengaman Natal, bukan semata sebagai tindakan toleransi melainkan juga membantu agar ibadah warga tidak diteror. Artinya, sebetulnya negara belum benar-benar bisa menjamin hak beribadah secara aman dan nyaman,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)