Keislaman

Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam besar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. NU menganut paham Ahlussunah waljama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur’an, sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi’i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi, imam Maliki,dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.
Gagasan kembali kekhittah pada tahun 1984, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran ahlussunnah wal jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskankembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil kembali membangkitkan gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU.

Perjuangan KH Wahid Hasyim Melalui Surat

Di zaman kolonial, korespondensi atau surat menyurat tidak hanya dijadikan media berkirim pesan dan informasi, tetapi juga sarana menyampaikan agitasi dan pemikiran-pemikiran untuk keperluan menggelorakan perjuangan masyarakat. Di Indonesia, tercatat tokoh-tokoh yang melakukan ‘jihad’ literasi melalui surat ini di antaranya KH Hasyim Asy’ari, Soekarno, RA Kartini, dan KH Wahid Hasyim. KH Hasyim Asy’ari misalnya. Kala…

Nasihat Imam Ali Zainal Abidin kepada Anaknya Soal ‘Menjerumuskan Saudara’

Dalam kitab Hilyah al-Auliyâ wa Thabaqat al-Ashfiyâ’, Imam Abu Na’im al-Ashbahânî (330-430 H) mencatat sebuah riwayat tentang nasihat Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib kepada anaknya. Berikut riwayatnya: حدّثنا سليمان بن أحمد، قال: ثنا يحي بن زكريا الغلابي، قال: ثنا العتبي، قال: حدثني أبي، قال: قال علي بن الحسين-وكان من أفضل بني…

Nafsu Adalah Gunung Tertinggi dan Tersulit

Dalam kitab Shalahul Ummah fi Uluwwil Himmah, jilid kelima, disebutkan tentang perumpamaan apa itu nafsu dan sulitnya meredamnya. Nafsu adalah gunung tertinggi yang paling sulit didaki dalam perjalanan panjang menuju Tuhan. Tidak ada jalan yang lain kecuali mendaki gunung tersebut. Setiap orang yang akan menuju Tuhan pasti akan mendakinya. Ada sebagian orang yang akan mendakinya…

Pengertian Adduyunul Marjuwwah

Makna asli dari al-Duyun al-Marjuwwah, adalah utang dagang yang optimis bisa diharapkan pemenuhannya. Ada dua jenis al-duyun al-marjuwwah, yaitu: Utangnya pedagang ke tengkulak atau pedagang tempat ia kulak barang Utangnya pembeli kepada pedagang, sehingga al-duyun al-marjuwwah bisa diartikan sebagai piutang dagang. Untuk pengertian pertama, yaitu utang pedagang ke tengkulak. Utang ini tidak masuk dalam kategori yang wajib dizakati, sebab…

Pengertian Qimatul Sil’i

Qimah artinya adalah nilai (harga). Sil’i merupakan jamak dari sil’ah, artinya barang yang dijual, disingkat sebagai barang dagangan. Jadi, qimat al-sil’i adalah harga jual barang dagangan. Harga barang dagangan, tersusun atas harga kulak barang ditambah laba yang dikehendaki. Qimah al-sil’ah = harga kulak barang + laba yang dikehendaki dari penjualan. Sumber: NU Online

Pengertian Nuqud dalam Zakat Perdagangan

Nuqud dalam istilah ekonomi, sering dimaknai sebagai dinar dan dirham. Keduanya merupakan satuan harga yang menyatakan nilai tukar. Keberadaan nuqud dihitung sebagai urudl al-tijarah ini sudah pasti menghendaki telah terjadinya proses jual beli, sehingga ia kemudian disimpan oleh pemilik toko. Tanpa keberadaan jual beli itu, maka suatu nuqud tidak bisa dikategorikan sebagai bagian dari urudl. Berbekal pengertian ini, maka nuqud sebagai…

Pengertian Urudlut Tijarah

Urudlu al-Tijarah merupakan harta dagang yang terdiri atas rupa barang dagangan (sil’ah), harta yang terkumpul setelah proses perdagangan, piutang dagang, dikurangi utang. Di dalam urudl sendiri, tersimpan dua makna, yaitu harga beli (qimat al-sil’ah) dan laba (ribhun). Jadi, bila diformulasikan, apa itu komposisi dari urudl al-tijarah? Maka, komposisi dari urudl al-tijarah akan tampak sebagai berikut:…