Norton Online Family: 62 Persen Anak-anak Punya Pengalaman Negatif Berinternet

JAKARTA – Norton Online Family Report 2011 mencatat hampir 62 persen anak di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman negatif saat online.

Empat dari 10 anak atau 39 persennya, telah memiliki pengalaman negatif yang serius saat online, seperti menerima gambar yang tidak pantas dari orang asing, ditindas atau menjadi korban kejahatan cyber.

Anak yang aktif di jejaring sosial membuka lebih banyak kesempatan untuk konten atau situasi yang dapat menyulitkan mereka dalam mengatasinya. Sebanyak 74 persen anak di jejaring sosial menemukan diri mereka pada situasi yang tidak menyenangkan saat online, dibandingkan 38 persen yang jauh dari jejaring sosial. Demikian hasil survey yang dilakukan antara 6 Februari 2011 dan 14 Maret 2011.

StrategyOne melakukan 19.636 survey secara online diantara 12.704 orang dewasa (termasuk 2.956 orang tua yang memiliki anak usia 8-17), 4.553 anak usia 8-17, dan 2.379 guru yang memiliki siswa usia 8-17.

Survei dilakukan di 24 negara, 14 negara yang dilacak yakni Australia, Brasil, Kanada, Cina, Perancis, Jerman, India, Itali, Jepang, Selandia Baru, Spanyol, Swedia, Inggris, Amerika Serikat; 10 negara baru: Belgia, Denmark, Belanda, Hong Kong, Meksiko, Afrika Selatan, Singapura, Polandia, Swiss dan UAE.

Orang tua menetapkan peraturan dasar untuk penggunaan online, yang membantu anak-anak memiliki pengalaman yang lebih positif. Norton Online Family Report menunjukkan bahwa 77 persen orangtua mempunyai aturan mengenai bagaimana anak-anak mereka boleh menggunakan Internet.

Untuk rumah tangga yang memiliki peraturan, meskipun “anak-anak baik” yang mengikuti aturan tetap aman dengan 52 persen di antaranya memiliki pengalaman negatif saat online, persentasenya meningkat menjadi 82 persen bagi para pelanggar aturan.

“Anak-anak mengembangkan identitas online mereka pada usia yang lebih awal daripada sebelumnya, membutuhkan orang tua, guru dan panutan lainnya untuk membantu mereka mencari tahu kemana harus pergi, apa yang harus dikatakan, bagaimana harus bertindak dan mungkin yang paling penting, bagaimana untuk tidak bertindak,” kata Vanessa Van Petten, youthologist dan penulis “Radical Parenting”.

Situasi negatif saat online dapat memiliki dampak di dunia nyata, mulai dari penganiayaan (bullying) hingga kehilangan uang dalam penipuan karena memberikan informasi pribadi pada orang asing.

Sumber: TribunNews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: