Tips Menangkal Malware dari Android Market

Jakarta – Beberapa pakar bidang teknologi informasi telah memperingatkan bahwa Android Market merupakan celah masuknya malware ke ponsel pengguna.

Jon Oberheide dan Zach Lanier, misalnya, berhasil melewati keamanan di Android Market dan memasang aplikasi yang sebenarnya adalah malware.

Dikutip dari PC Mag, pekan lalu Google bahkan sudah mendeteksi malware yang menyamar sebagai aplikasi populer seperti Angry Birds, Cut the Rope, Assassin’s Creed, hingga Need For Speed. Trend Micro, perusahaan pengamanan IT kemudian mengidentifikasi bahwa malware ini memiliki kode ANDROIDOS_RUFRAUD.A.
Melalui keterangan resminya, Senin, 19 Desember 2011, Trend Micro memberi dua tips mudah untuk para pengguna Android sebelum mengunduh sebuah aplikasi agar terhindar dari malware berkedok aplikasi palsu.

Tips yang pertama adalah memastikan developer yang membuat aplikasi tersebut. Trend Micro menyatakan bahwa penjahat di dunia maya selalu mengikuti aplikasi populer sebelum membuat tiruannya.

Pada kasus aplikasi ‘Angry Bird’ palsu, misalnya, pengembang yang tercantum adalah Logastrod, bukan pengembang aslinya yaitu Rovio. Namun bagi pengguna yang tidak waspada atau tidak mengetahui pengembang asli game ini, tentu dapat terjebak dengan mudahnya.

Untuk memastikan pengembang aplikasi telah memiliki reputasi, pengguna dapat mengecek catatan aplikasi yang telah mereka buat sebelumnya. Pengguna Android lebih baik mengabaikan aplikasi buatan pengembang yang ‘miskin informasi’.

Tips kedua adalah mengecek rating dan review aplikasi. Aplikasi asli, apalagi yang populer, umumnya dibanjiri rating dan review dari pengguna. Sebaliknya, aplikasi palsu memiliki tidak lebih dari 20 rating. Trend Micro menyatakan bahwa semakin banyak rating dan review yang diperoleh, keaslian aplikasi tersebut makin terjamin.

Sumber: Tempo

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: