Hacker Cina Rilis 760 Data Perusahan Penting

San Fransisco – Google Inc dan Intel Corp adalah target utama serangan peretas yang berbasis di Cina. Demikian situs Bloomberg memberitakan.

Serangan pada iBahn, penyedia layanan Internet untuk hotel, membantu menjelaskannya. iBahn menyediakan bisnis broadband dan akses hiburan untuk tamu di jaringan Marriott International Inc dan rantai hotel lainnya, termasuk perusahaan multinasional yang mengadakan pertemuan di sana.

Membobol jaringan iBahn, menurut seorang pejabat intelijen senior AS yang akrab dengan masalah ini, membuat peretas mampu melihat jutaan e-mail rahasia, bahkan yang dienkripsi. Ia menyebut, 760 perusahaan telah digangsir datanya.

Lebih mengkhawatirkan, peretas mungkin telah menggunakan sistem iBahn sebagai batu loncatan ke jaringan perusahaan yang terhubung ke sana. Mereka memanfaatkan karyawan yang tengah bepergian dan menginap di jaringan hotel itu untuk membuat backdoor rahasia ke jaringan perusahaan, kata Nick Percoco, kepala Trustwave Corp SpiderLabs, sebuah perusahaan keamanan Internet.

Melihat fakta beberapa perusahaan kecil juga diretas, katanya, menggambarkan luasnya jangkauan peretas Cina memata-matai perusahaan-perusahaan di AS dan di tempat lain.

tak hanya perusahaan, katanya, universitas riset, penyedia layanan Internet, dan lembaga pemerintah juga  terkena selama dekade terakhir oleh kelompok elit yang sama.  Perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan seperti Research in Motion Ltd (RIM) dan Boston Scientific Corp, tak luput dari serangan. Data yang dihimpung Bloomberg,  beberapa perusahaan terbesar untuk inovator di sektor-sektor seperti kedirgantaraan, semikonduktor, farmasi, dan bioteknologi, juga kemalingan data.

“Mereka mencuri segala sesuatu dan ini sungguh buruk,” kata Mike Rogers, politikus Partai Republik AS, pimpinan Komite Seleksi Permanen Bidang Intelijen Senat AS.

 

Cina telah membuat spionase industri sebagai bagian integral dari kebijakan ekonominya, tulis Bloomberg. Mereka mencuri rahasia perusahaan untuk membantu melompati pesaingnya demi mencapai tujuan sebagai negara terkuat secara ekonomi di dunia.

“Apa yang telah terjadi selama lima tahun terakhir adalah bahwa Cina telah melakukan peretasan sebagai jalan ke setiap perusahaan,” kata Richard Clarke, mantan penasihat khusus keamanan cyber Presiden George W. Bush. sumber: Tempo

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: