Situs Bloomberg diblokir di China

Beijing – Situs berita Bloomberg diblokir oleh Lembaga Sensor negara China selama satu bulan penuh setelah mengumpulkan kekayaan rinci keluarga Xi Jinping, orang yang diperkirakankan menjadi presiden berikutnya di negara tersebut.

Meskipun pemblokiran berkala situs-situs media asing di Cina umum dilakukan, pemblokiran selama sebulan penuh terhadap Bloomberg adalah respon yang luar biasa keras, menekankan sejauh mana reaksi marah pemerintah China.

Menurut pihak yang tahu tentang insiden ini, Beijing telah mencoba untuk menerapkan tekanan dengan cara lain. Pada minggu-minggu sejak artikel tersebut diterbitkan, masyarakat China percaya agen keamanan pemerintah telah mengamati beberapa karyawan Bloomberg; bankir China dan regulator keuangan telah membatalkan pertemuan sebelumnya dengan Matthew Winkler, Bloomberg editor-in-chief; dan para penyidik China telah mengunjungi bank investasi lokal untuk melihat apakah mereka berbagi informasi dengan Bloomberg.

Tindakan keras tersebut tidak mempengaruhi pengoperasian mesin keuntungan Bloomberg: terminal, yang mencakup pelanggan Bank BUMN dan Badan Pemerintah China. Namun, anggota tim Marketing Bloomberg China telah menyatakan keprihatinan bahwa dampak dari pemadaman situs bisa menurunkan tingkat pembeli.

Dalam laporan yang diterbitkan pada tanggal 29 Juni Bloomberg menggunakan catatan publik untuk menunjukkan bahwa keluarga besar Xi memiliki investasi pada beberapa perusahaan dengan total aset sebesar $ 376 juta, 18 persen saham tidak langsung di sebuah perusahaan tanah jarang dengan $ 1.73 milyar dalam aset, $ 20,2 juta kepemilikan dalam perusahaan teknologi publik, sebuah villa mewah di Hong Kong senilai $ 31,5 juta dan sedikitnya enam properti lainnya yang terletak Hong Kong senilai $ 24.1 juta.

Bloomberg tidak dapat melacak beberapa aset Xi, atau istri dan anak perempuannya. Juga tidak ada bukti dari setiap perbuatan salah yang dilakukan oleh Bapak Xi atau keluarganya.

Namun demikian, laporan ini dipandang sebagai hal memalukan bagi Xi, yang dapat merusak citranya sebagai pejabat yang bersih di negara penuh dengan korupsi hanya beberapa bulan sebelum ia diatur untuk menggantikan Hu Jintao sebagai presiden dalam transisi kepemimpinan yang dilakukan sekali dalam satu dekade.

“Ini sangat tidak biasa untuk suatu organisasi berita besar, bahwa website mereka diblokir seperti ini,” kata Jeremy Goldkorn, pendiri Danwei, sebuah perusahaan yang mengamati media China. “Mereka menyeberangi garis merah dan timingnya juga sedikit wajar untuk melakukan hal tersebut.”

Situs yang tidak berbahasa lain selain bahasa Inggris telah diblokir di China selama lebih dari beberapa hari sejak Olimpiade Beijing 2008. Lembaga Sensor China sekarang menargetkan artikel tertentu atau menghalangi akses ke situs pada waktu yang sensitif secara politis seperti ketika pembangkang Liu Xiaobo dianugerahi Nobel Perdamaian tahun 2010.

Goldkorn mengatakan tidak ada standar prosedur bagi Bloomberg untuk mengikuti jika ingin membuka kembali situs yang diblokir, selain melobi di tingkat tertinggi pemerintahan.

“Itu satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan, dan jelas Bloomberg memiliki sumber daya untuk melakukannya,” katanya.

Sementara itu, Bloomberg tampaknya berusaha untuk tetap bersikap low profile di China. Juru bicara perusahaan menolak memberikan komentar untuk kabar ini dan karyawan mengatakan bahwa wartawan di China telah disarankan untuk tidak mengirim email artikel tentang Xi ke kontak mereka atau bahkan untuk mencetaknya, untuk menghindari kesan berita tersebut menyebar. Sumber: Tribunnews

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: