Tren Pengusaha Indonesia Mulai Beriklan di YouTube

JAKARTA – Survei ComScore memaparkan bahwa sekitar 8,8 juta unique viewer Youtube dari personal computer (PC). Mereka adalah orang yang mampu membayar internet dan bekerja orang kantoran.

Hal itu dikatakan oleh pembuat video dan film, Dennis Adishwara, dalam talkshow Masa Depan Video Online, Kamis (22/11/2012), dalam gelaran Pekan Produk Kreatif Indonesia di Epicentrum, Jakarta.

“Sekarang booming entrepreneurship, UKM, start-up, tapi promosi mereka terbatas,” ujar Dennis.

Promosi di layar kaca menghabiskan Rp 20 juta dalam 30 detik, saat primetime. Namun kelemahannya iklan tersebut hanya tayang di jam tertentu dan tidak dapat diputar berulang-ulang. Hal itu memberatkan start-up atau entrepreneur yang memiliki modal terbatas.
Sebagai entrepreneur, sebaiknya seseorang mengetahui jenis usaha, modal, dan seberapa besar usahanya. Promosi bisa memanfaatkan media sosial. Baik melalui Facebook, Twitter, Blogger, Tumblr, maupun Youtube.

Youtube? Ya, bagi entreprenur yang memiliki dana promosi terbatas, mereka bisa memromosikan produk melalui video. Video online ini tidak menutup kemungkinan bisa mendongkrak penjualan dan dapat dilihat berulang-ulang.

“Usaha online lagi marak, dari jual baju, sepatu, perlengkapan bayi, sampai jual jasa. Dan video online bisa mendongkrak usaha Anda,” lanjut pemain serial televisi Jomblo ini.

Sebuah studi di Amerika, masih kata Dennis, situs online shop yang menjual baju bayi tidak hanya menyajikan artikel dan foto. Mereka menyertakan video online di situsnya, karena materi promosi lebih murah, dan keefektifan pencarian 50x lipat.

Saat pengguna internet menggunakan search engine untuk mencari sebuah situs, situs yang telah dilengkapi video akan berada di halaman pertama. Bahkan videonya muncul lebih dulu, disusul alamat situs di mesin pencarian.

Berikut ini tips dari Dennis dalam memasarkan produk melalui video online yang efektif:
– Kualitas video
Dalam pembuatan video, perhatikan kualitas, dan sesuaikan dengan produk serta target market. Jika produk dan segmen merakyat, teknologinya pun merakyat, tetapi jika teknologi menengah ke atas, sesuaikan dengan peralatan dan teknis pembuatannya.
– Story telling
Apapun produk yang dijual, sebisa mungkin jangan “memaksa” konsumen untuk membeli. Tetapi sajikan dengan teknik bercerita. Dengan demikian, konsumen akan melirik produk kita, misalnya apa produk tersebut, bagaimana cara memakainya, atau jika rusak bisa digunakan untuk apa.
– Target market
Entrepreneur harus memahami produk apa yang dijual dan target market untuk siapa. Semakin spesifik suatu produk, semakin bagus. Karena mereka memungkinakan memiliki customer loyal terhadap produk tersebut.
– Durasi
Durasi video sangat menentukan banyaknya viewer. Jangan terlalu lama dan terlalu sedikit. Tetapi waktu dapat disesuaikan dengan produk, perhatikan pula detail, dan topik spesifik, namun tidak bersifat general.

“Pertimbangkan sebelum berpromosi. Lihat video Million Dollar Chef Club atau Mama Kanin, mereka selalu sharing, dan mereka diuntungkan lewat video online,” tandasnya.

Sumber: TribunNews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: