Telkomsel Gelar Frekuensi 4G Gratis Di Bali Selama KTT APEC

Solo – Telkomsel akan membuka lebar akses seluler 4G dengan teknologi LTE secara gratis di Bali selama berlangsungnya ajang KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 1-8 Oktober 2013.

“Kami akan trial LTE saat APEC berlangsung. Ini kesempatan bagus untuk menguji langsung LTE di hadapan delegasi yang datang. Dengan trial ini harapan kami testing trafiknya benar-benar real. Karena peserta APEC ini kan ribuan,” kata Direktur Utama Telkomsel, Alex Janangkih Sinaga, di Solo, Jumat (28/6/2013).

Hampir 200 negara yang akan hadir dalam ajang APEC, dan 92 negara itu sudah mengkomersilkan LTE. “Mereka pasti bawa handset yang enable 4G LTE. Mayoritas menggunakan 1.800 MHz, dan kami juga akan trial di frekuensi itu,” katanya.

Melalui uji coba LTE ini pula Indonesia bisa belajar bagaimana negara lain memulainya. Disebutkan, Amerika Utara merupakan negara yang paling banyak penggunanya dan sudah lebih dulu mengkomersilkan LTE.

“Kalau di Amerika Utara sana sudah LTE, pasti dilirik pabrik handset. Soal handset pasti sudah ready, tinggal kapasitasnya saja ditambah. Jadi di 2014 tidak mulai dari nol untuk supply ke Indonesia. Ada untungnya juga kita belakangan, sebab entry barrier kita sudah dipatahkan negara lain,” pungkas Alex.

Dijelaskan, trial ini non-komersial alias gratis buat siapa saja di Bali. Nokia Siemens Network sebagai vendor, kata Alex akan menyediakan jaringan untuk trial gratis, sehingga ke pengguna juga bisa gratis. Dari hasil uji coba ini Telkomsel akan melakukan evaluasi dan melaporkannya ke Kementerian Kominfo.

“Nanti kita laporkan ke Kominfo untuk mengkaji kesiapan para operator dalam menggelar layanan 4G. Ini juga jadi masukan bagi Kominfo untuk buat keputusan tentang LTE,” jelas Alex.

Telkomsel sendiri akan menggunakan spektrum frekuensi di 1.800 MHz untuk trial LTE. Frekuensi selebar 22,5 MHz ini juga akan diajukan untuk refarming untuk penggunaan LTE saat dibolehkan komersial nanti.

“Kami punya 22,5 MHz di 1.800 MHz, tapi terpisah 7,5 MHz dan 15 MHz. Nanti sebelum komersial pasti ada penataan ulang dulu, re-arrangement karena slotnya terpisah,” papar Alex.

Saat ini, spektrum Telkomsel di 1.800 MHz masih digunakan untuk melayani trafik 2G GSM untuk voice dan SMS. “Namun dengan menurunnya tren 2G, harapan kita timing-nya sudah pas untuk gunakan frekuensi itu ke LTE. 2G sendiri ending-nya di 2022,” pungkasnya.

Sumber: detikINET

%d bloggers like this: