Dilema Ponsel Buatan Indonesia

Sejak berlakunya peraturan soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada ponsel 4G, banyak perusahaan produsen smartphone yang bergegas membangun pabrik perakitan di Indonesia. Tingkat TKDN yang tinggi, sekitar 40% itu tidak dibarengi industri pendukung yang siap di Indonesia.

VP Samsung Electronic Indonesia misalnya mengungkapkan aturan soal TKDN sebenarnya hal yang sangat bagus guna memicu industri ponsel lokal di Indonesia. Tapi di sisi lain, konsumen Indonesia disebut Lee punya penilaian sendiri. Beda dengan Korea Selatan misalnya, konsumennya mengutamakan produk buatan lokal, dikatakan Lee konsumen Indonesia justru sebaliknya. Kebanyakan konsumen Indonesia malah meragukan ponsel buatan lokal.

“Sebenarnya ini (TKDN-red.) menyisakan dilema bagi kami, karena orang Indonesia itu justru tak suka ponsel buatan lokal. Takutnya label buatan Indonesia di ponsel kami memberi semacam keraguan untuk konsumen Indonesia. Tapi meski dibuat di Indonesia, ponsel kami tetap punya kualitas global,” ujar Lee, di hotel Raffles, Jakarta.

Demi mempertahankan kualitas global, Samsung pun menyebut masih mengimpor sebagian besar komponen-komponen untuk ponsel buatannya yang dirakit di Indonesia.

Sumber: detikINET

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: