Fenomena Toko Online vs Konter HP

Pertumbuhan e-commerce lima tahun belakangan memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat. Kini, toko online berhasil menyita perhatian pasar Indonesia. Semakin tingginya penikmat internet melalui smartphone dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi via toko online menjadi faktor utama kemajuan tersebut.

Fenomena ini mungkin kelanjutan dari fenomena menjamurnya konter HP di Mall dan wilayah suburban di Indonesia. Contohnya, ketika orang hendak membeli ponsel, tempat yang menjadi pusat perhatian di Jakarta adalah konter handphone seperti di Roxy Mas, Mal Ambassador, dan ITC. Tiap kota pun mempunyai sentra konter sendiri yang ramai dikunjungi pengunjung.

Kini dengan pesatnya pertumbuhan transaksi online, sejumlah konter handphone disejumlah kota besar mulai merasakan dampaknya. Bahkan, ada yang mulai redup, namun tidak sedikit yang harus gulung tikar.

 

Agar banyak dikunjungi dan selalu menjadi yang terdepan dalam bisnis online, inovasi diungkapkan sebagai harga mati perusahaan.

”Jika tidak ada inovasi, seperti halnya pembaruan produk setiap harinya, serta tampilan website yang cantik dan mudah diakses pasti situs tersebut akan ditinggalkan konsumen,” jelas Lani Rahayu.

 

Pada 2013, nilai pasar e-commerce di Indonesia mencapai USD8 miliar atau setara dengan Rp94,5 triliun. Namun, perkembangan pasar yang sangat pesat akan menaikkan pangsa bisnis ini pada 2016 menjadi Rp295 triliun atau USD25 miliar.

Co-Founder and CFO Bukalapak.com, Fajrin Rasyid, menjelaskan bahwa riset yang diprakarsai oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres) menyebutkan prediksi Rp295 triliun itu.

Potensi ini dibarengi jumlah pengguna internet yang mencapai angka 82 juta orang atau sekira 30 persen dari total penduduk Indonesia. Ini membuat pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya.

Indonesia sebagai pasar yang potensial memang tidak bisa dielakkan lagi. Fajrin mengatakan, orang-orang dari luar Indonesia akan berduyun-duyun datang ke Indonesia. Tujuannya hanya satu yakni menguasai pasar Indonesia. Sehingga, mau tidak mau para pelaku bisnis di Indonesia harus berbenah agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: