Begini… Cara Nonton Film “Rasa Bioskop” di Rumah

                             – Kerjap cahaya dari tembakan laser berseliweran, pepohonan tumbang, dan lanskap yang semula hijau pun tinggal bersisa debu. Hancur lebur. Pasukan The First Order dan The Resistence saling menghancurkan di planet Takodana. Satu bioskop lengang.

Betul, penggalan di atas adalah adegan dalam film Star Wars: The Force Awakens. Selama film diputar di layar lebar, penonton seolah ikut tersedot masuk ke tengah semua adegannya.

Menonton di bioskop identik dengan layar terang dan jernih menghadirkan jutaan kerjap warna bersanding dengan suara menggelegar dan kursi empuk. Gara-gara itu, penonton bisa berasa ikut tertembak, jatuh, berdebar, bahkan terteror, ketika menonton film yang bagus.

Nah, bagaimana dengan pecinta film yang tak lagi punya waktu pas untuk menonton di bioskop? Akankah sensasi-sensasi itu tinggal kenangan?
Gampang, ada solusinya.

Kualitas dan suasana menonton di bioskop sekarang bisa “dibawa” pulang. Dengan bantuan teknologi dan sedikit sentuhan di sana-sini, ruang keluarga Anda dapat disulap menjadi studio bioskop.
Bikin sendiri saja

Mulai langkah pertama dengan menyiapkan furniture pendukung kenyamanan, seperti sofa atau bantal-bantal kecil sebagai sandaran kepala. Tak bisa dimungkiri, kursi empuk dalam ruang layar lebar itu sering kali menjadi faktor yang membuat penonton tidak beranjak sampai film berakhir.

Selanjutnya, pilih televisi yang tepat. Televisi layar lebar yang sudah membenamkan teknologi 4K dan sound system standar bioskop, bisa jadi pilihan untuk menghadirkan kualitas tontonan laiknya di bioskop. Terlebih lagi bila layar yang dipiih juga sanggup menghadirkan reproduksi warna sedekat mungkin dengan aslinya.

Pada umumnya, televisi layar datar membenamkan teknologi dengan tiga warna dasar digital, yaitu merah, hijau, dan biru, untuk mereproduksi dan memunculkan variasi warna. Namun, sejumlah pabrikan terus mengembangkan teknologinya, termasuk untuk urusan tampilan warna ini.

Panasonic Viera, misalnya, dibekali teknologi hexa chroma drive, yang menambahkan cyan, magenta, dan kuning, sebagai warna dasar digital layarnya. Reproduksi warna yang dihasilkannya menjadi modal utama menampilkan gambar dalam film seakan sama dengan yang Anda lihat di kenyataan.

Lalu, jika ingin lebih maksimal “membawa pulang” bioskop, lapisi ruangan tempat menonton dengan karpet. Ini untuk membantu meredam suara yang berasal dari luar. Namun, tidak perlu Anda pasang karpet di semua bagian ruangan, cukup di wilayah rug atau bawah sofa Anda.

Terakhir, pertimbangkan tempat keluar masuknya cahaya yang dapat mengganggu fokus dan membuat gambar berbayang. Di sini, Anda bisa menggunakan tirai berwarna gelap di sekitar jendela atau ventilasi ruangan.

Jika memungkinkan, pasang frame berbentuk sederhana pada lampu pada langit-langit atau downlight. Pilih juga lampu berwarna “hangat” atau sesuaikan pencahayaan dengan dimmer agar ruangan tidak terlalu terang.

Mudah bukan? Selamat menonton di bioskop pribadi!

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: