Di Barcelona, Pendiri Facebook Bicara soal Drone dan Laser

                            BARCELONA,  Dalam kehadiran singkatnya di arena Mobile World Congress (MWC) 2016 di Barcelona, Spanyol, Senin (22/2/2016), pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg membahas banyak topik. Salah satu yang mendapat penekanan adalah teknologi drone untuk menyebarkan internet ke daerah-daerah terpencil.

“Jadi, pada dasarnya proyek ini terdiri dari dua bagian utama,” ujarnya mengawali pembicaraan dalam sesi keynote MWC 2016 yang turut dihadiri jurnalis KompasTekno, Oik Yusuf.

“Pertama adalah drone bernama Aquila itu sendiri yang besarnya serupa (pesawat Boeing) 747, tapi beratnya cuma setara mobil.”

Ukuran besar sang drone tak lain dimaksudkan agar permukaan sayap-sayapnya bisa ditempeli panel surya sebanyak mungkin. Panel-panel surya inlah yang akan menjadi sumber tenaga sang drone sehingga mampu bertahan selama 3 tahun dan 6 bulan di angkasa. Facebook kini tengah membangun unit drone kedua untuk keperluan uji coba.

Bagian kedua dari teknologi drone Facebook yang dimaksud Zuckerberg adalah teknologi laser yang dipakai untuk menyiarkan internet berkecepatan tinggi hingga mencapai puluhan gigabit cepatnya.

Ada satu kendala yang dihadapi oleh Facebook soal ini, yakni terkait mekanisme penembakan laser yang mesti sangat akurat agar mampu menghantarkan koneksi data. “Ibaratnya kami mesti menembakkan laser dari California untuk mengenai sekeping uang logam di New York,” kata Zuckerberg memberi pengandaian.

Laser digunakan sebagai datalink penghubung unit-unit drone internet yang tersebar di langit, juga dengan base station di darat. Drone sendiri memancarkan sinyal internet ke pengguna dalam bentuk gelombang Wi-Fi atau LTE.

Untuk daerah sulit

Kendati mengalami beberapa kendala, Zuckerberg optimis teknologi drone miliknya bakal segera rampung dikembangkan dan dapat dipakai menyebarkan internet bersama teknologi lain seperti Balon Google.Facebook berencana menggelar uji teknis besar untuk drone penyebar internet di tahun ini

“Harapannya, tahun depan kami sudah bisa mengajukan teknologi ini kepada operator telekomunikasi sebagai alternatif memperluas cakupan ke daerah yang biasanya sulit dimasuki infrastruktur teresterial,” ucapnya.

Zuckerberg menyebutkan contoh daerah yang sukar ditembus oleh jaringan telekomunikasi konvensional, yakni wilayah-wilayah seperti desa di hutan tropis yang banyak terdapat di wilayah Amerika Latin dan Asia.

Dibanding capek-capek dan mahal-mahal membangun infrastruktur fisik di daerah seperti itu, Zuckerberg ingin menyarankan operator agar memakai jasa drone milik Facebook saja.

Selain drone dan laser, Zuckerberg turut membantah dugaan bahwa pihaknya berniat untuk menjadi operator seluler suatu saat.

“Tidak. Kami tak mau jadi operator,tapi perusahaan layanan internet. Kami punya model bisnis yang kami suka, yakni berusaha menghubungkan sebanyak mungkin orang ke internet. Dengan demikian, model bisnis kami bisa berjalan,” katanya.

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: