Ekonomi Lesu, Ponsel Samsung Tetap Nomor Satu

                             Di tengah kelesuan ekonomi global yang kemudian menurunkan daya beli masyarakat, ditambah kemunculan smartphone murah buatan China, Samsung tetap berjaya sebagai vendor smartphone nomor satu di dunia. Menurut laporan IDC, sebagaimana dilaporkan GSMArena dan dihimpun KompasTekno, Jumat (29/1/2016), Samsung membukukan penjualan 324,8 juta unit smartphone sepanjang 2015. Angka itu naik tipis dari total penjualan 318,2 juta unit smartphone pada tahun sebelumnya.

Pangsa pasar terbesar kedua ditempati oleh Apple dengan penjualan 231,5 juta smartphone. Lanjut pada posisi ketiga hingga kelima diduduki Huawei, Lenovo, dan Xiaomi. Secara berurutan, masing-masing menjual 106,6 juta, 74,0 juta, dan 70,8 juta unit smartphone pada kuartal terakhir 2015.

Apple dan Xiaomi yang sebelumnya berada di garis luar persaingan industri, ternyata juga terkena dampak kelesuan ekonomi global. Untuk pertama kalinya, pertumbuhan penjualan iPhone merosot pada kuartal terakhir 2015. Xiaomi pun tak mampu mencapai target penjualan yang dipatok pada akhir 2014.

Pun begitu, ada vendor yang nyatanya tetap tumbuh di tengah kondisi sulit. Huawei adalah yang paling signifikan. Pabrikan China tersebut menjual 106,6 juta unit smartphone sepanjang 2015. Angka itu meningkat 44,3 persen dari tahun sebelumnya.

GSMArena 5 vendor dengan penjualan smartphone terbesar sepanjang 2015

Menepis prediksi analis

Meski posisinya masih “aman”, Samsung sadar industri smartphone sedang tak kondusif. Karena itu, pabrikan tersebut mengambil langkah strategis dengan agresif menggarap komponen pendukung smartphone.

Dilansir KompasTekno dari Cnet, Samsung mengumumkan penjualan prosesor dan display membantu pabrikan tersebut meraup profit 5,1 miliar dollar AS atau setara Rp 70,5 triliun pada kuartal terakhir 2015.

Angka itu naik 15 persen dari profit Samsung 2014 pada kuartal yang sama. Kala itu, Samsung melaporkan penurunan profit 36 persen dari tahun 2013.

Pada kuartal ini, Samsung sekaligus menepis prediksi para analis tahun lalu yang mengatakan profit Samsung akan terus merosot sepanjang 2015. Analis bahkan hanya berharap Samsung meraup untung 6,6 miliar won atau sekitar Rp 75 miliar.

Selain prosesor dan display, Samsung juga fokus menggarap software buatannya, Tizen. Disinyalir, langkah itu untuk memperkuat posisi penjualan smartphone Samsung. Pasalnya, software merupakan salah satu daya tarik pengguna membeli sebuah smartphone.

Kendati demikian, Samsung belum bisa mengelakkan dominasi Android. Mayoritas smartphone buatan Samsung masih mengandalkan sistem operasi buatan Google tersebut. Tizen masih harus berjuang untuk mengeksistensikan diri.

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: