Era Digital, Samsung Garap Peluang Bisnis Enterprise

                            MALAYSIA,  Bisnis Samsung tak melulu soal gadget, melainkan juga bisnis produk-produk kebutuhan perusahaan atau perkantoran, seperti printer, monitor dan display, dan sebagainya. Memasuki era digital, Samsung melihatnya sebagai peluang untuk berinovasi membuat produk yang bisa memenuhi kebutuhan setiap perusahaan.

Head of Enterprise Business Consumer Electronic PT Samsung Electronics Indonesia, Willy Bayu Sentosa mengungkapkan, Samsung memiliki enam kategori dalam menunjang kebutuhan perusahaan, antara lain, set top box, Printing Business, Health and Medical Equipment, LCD Monitor, Hospitality Display dan Professional Display.

Untuk set up box, lanjut Willy, biasanya digunakan untuk memenuhi perusahaan penyedia televisi digital berbayar. Namun, untuk shuttle box, Willy menegaskan hanya memenuhi kebutuhan perusahaan, sehingga tidak mengeluarkan sesuai seri.

“Kalau untuk printer, semuanya nanti terkoneksi menggunakan jaringan. Kalau dulu setiap satu meja karyawan ada printer kecil, sekarang semua orang bisa ngeprint dengan jaringan,” kata Willy di Putra Jaya, Sepang, Malaysia, Minggu (31/1/2016).

Untuk kategori health and medical equipment, Samsung sudah lebih dulu mengeluarkan beberapa produk, antara lain untuk x-ray, digital radiography dan alat tes darah portable.

Sedangkan di pasar LCD monitor, lanjut Willy, Samsung menyediakan monitor dengan ukuran layar besar, yakni 19 inci hingga 32 inci.

“Monitor juga sudah ada yang curved (melengkung),” tambah Willy.

Kategori lainnya, yakni Hospitality Display untuk mendukung perusahaan untuk promosi. Penggunanya antara lain hotel dan beberapa perusahaan retail.

“Kalau hotel misalnya. Televisi nanti bukan hanya furniture, tapi juga menghasilkan revenue (tambahan). Karena nanti di sana ada terpampang menu, fasilitas secara digital,” tambah Willy.

Terakhir, kategori Professional Display dari Samsung menawarkan pemasangan iklan dengan skala besar. Misalnya sebuah perusahaan yang memiliki jaringan toko hingga 3.000 unit, pemasangan iklan akan dilakukan lewat satu control panel.

“Kalau lama pakai print, sekarang tidak perlu lagi. Dari central location nanti bisa grouping dan diatur, misalnya membedakan harga, promo dan lain-lain. Semua serba cepat dan terkoneksi,” kata Willy.

Beberapa produk professional display dari Samsung antara lain video wall dan videotron.

Unggul di pasar enterprise

Dari data Fortune Sources, posisi Samsung dalam kategori Busines and Enterprises terlihat menjanjikan. Salah satunya kategori Professional Display.

“Posisi kami, satu dari dua Professional Display di Indonesia yang dijual, merknya Samsung. Market share kami sekitar 52 persen. Kalau sisi revenue sekitar 40 persen.”

“Ini di kuartal ketiga pada tahun 2015 lalu. Kuartal keempat datanya belum keluar,” kata Willy.

Selain itu, Willy juga mengungkapkan untuk produk business enterprises Samsung, ia menawarkan garansi selama tiga tahun. Garansi tersebut juga bisa ditambah dengan membeli dua tahun masa garansi kembali.

“Untuk perbaikan akan kita lakukan di masing-masing perusahaan,” kata Willy.

Pada Samsung Forum 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/2/2016) besok, departemen Business Enterprises Samsung akan lebih banyak mengeluarkan produk terbaru dari Professional Display. Selain itu juga akan dipamerkan produk pertama kali yang dibuat Samsung, Mirror Display.

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: