Pasang CCTV, Anda Bisa Belajar dari Kasus “Kopi Maut” Mirna

ā€“ Misteri tewasnya Wayan Mirna Salihin (27) di sebuah kafe di Jakarta masih menjadi pembicaraan hangat. Ia diduga tewas setelah minum kopi bersianida. Dari kasus ini, pentingnya keberadaan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) turut mencuat kembali. Dalam kasus kematian Mirna, CCTV kafe itu merekam semua urutan peristiwa sampai Mirna kolaps. Meski begitu, di kasus ini ada sejumlah detail yang terhalang dari pantauan lensa kamera pengawas.

Pelajarannya, ada sejumlah hal harus dicermati lagi saat memasang CCTV di suatu lokasi, untuk mengoptimalkan fungsinya. Teknologi dan posisi pemasangan, misalnya.
Durasi dan kualitas
Membahas teknologi CCTV tak akan lepas dari digital video recorder (DVR). Ini merupakan jantung dari perangkat tersebut.

DVR bisa merekam, memutar ulang, dan mengendalikan kamera. Kemampuan kompresi video dari DVR yang bagus memungkinkan durasi rekam mencapai hitungan bulan, bukan hari.

Tak hanya bisa merekam dengan baik, CCTV kini juga punya beragam spesifikasi untuk kualitas gambar hasil rekaman. Di sini ada istilah Full D1, Half D1, dan Half C1.

Full D1 adalah spesifikasi untuk resolusi maksimal 1080 piksel, yang memungkinkan identifikasi wajah. Spesifikasi ini cocok untuk perusahaan atau industri yang butuh pengamanan ketat.
Adapun Half D1 Half C1 punya resolusi maksimal 480x320p. Dua spesifikasi ini cocok untuk kebutuhan pengawasan yang tak terlalu ketat tetapi masih memberikan kualitas gambar rekaman yang baik.
Teknologi yang terus berkembang juga menghadirkan CCTV dengan kemampuan mendeteksi gerak. Kamera dengan fitur ini akan aktif begitu ada benda bergerak di area pemantauannya.
CCTV seri GKB 60080, misalnya, sudah memiliki semua fitur tersebut. Kamera pengawas ini masuk dalam katalog Taiwan Excellence, penghargaan produk unggulan Taiwan yang dijalankan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), di bawah pengawasan Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) Kementerian Ekonomi (MOEA) Taiwan.
Posisi
Fitur canggih tapi salah lokasi pasang CCTV sama saja percuma. Untuk menjangkau seluas mungkin area pantau, sebaiknya CCTV diletakkan di posisi tinggi. Penempatan ini juga meminimalkan risiko kamera dicuri, karena butuh alat bantu untuk menjangkaunya.
Selain itu, posisi CCTV sebaiknya tidak mencolok, bahkan sebisa mungkin tersamarkan. Pada umumnya, orang akan meningkatkan kehati-hatian bersikap bila menyadari ada kamera memantau aktivitasnya.

Tak hanya menjaga kenyamanan para tamu dari perasaan dipantau, posisi ini sekaligus mencegah kecenderungan orang dengan niat tersembunyi menghindari kamera pengawas.
Namanya juga kamera pengawas, bagus atau tidaknya akan ditentukan dari hasil pengawasan yang didapat. Terlebih lagi ketika ada peristiwa besar terjadi di area pantauan kamera, seperti halnya kasus kematian Mirna. Waspadalah!

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: