Vibe P1 Turbo Belum Gunakan Pabrik di Indonesia

                             Lenovo meluncurkan smartphone terbarunya, Vibe P1 Turbo, dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (26/1/2016). Kendati memiliki pabrik ponsel di kawasan Banten, pihak Lenovo mengaku ponsel tersebut sejauh ini masih harus diimpor. “Pabrik kami di Indonesia baru memproduksi ponsel seri A2010 dan A6010, kami belum tahu untuk seri Vibe bisa dikut diproduksi atau tidak,” ujar Country Head Smartphone Division Lenovo Indonesia, Adrie R. Suhadi, kepada KompasTekno seusai acara peluncuran.

Adrie menerangkan pihaknya masih bisa mengimpor Lenovo Vibe P1 Turbo, meski belum memenuhi ketentuan pemerintah soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

 

Ini lantaran perangkat yang bersangkutan telah memperoleh sertifikasi dari Ditjen Postel sebelum pemberlakuan aturan tesebut.

“Untuk yang sudah dapat izin sebelum (pemberlakuan) TKDN masih bisa impor, tapi kalau setelah itu harus made in Indonesia,” ujarnya.

Pada Juli tahun lalu, peraturan TKDN yang telah disahkan oleh Kementerian Kominfo, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan menetapkan bahwa subscriber station (ponsel) 4G di Indonesia harus memenuhi kandungan lokal 20 persen hingga akhir 2016.

Pada Januari 2017, ketentuan persentase kandungan lokal tersebut akan dinaikkan menjadi 30 persen.

“Untuk tingkat kandungan lokal ini kami akan tingkatkan terus. Targetnya pada 2016 kandungan lokal produk-produk Lenovo sudah 30 persen,” pungkas Adrie.

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: