“Winning Eleven” Sampai “Permen Yosan” Ramaikan #Horor90an

                             Cerita era 90-an tak ada habisnya dibahas. Berawal dari kemunculan akun Twitter @Generasi90an pada 2012 silam, netizen ramai bernostalgia tentang suka dan duka pada masa itu.Semua berbaur menjadi guyonan renyah, khususnya bagi para remaja 90-an. Bagi yang masih balita atau terlampau tua kala itu, barangkali cuma bisa mencoba memahami kelucuan tersebut.  

Setelah beberapa saat vakum, nostalgia era 90-an kembali ramai di Twitter. Adalah akun Twitter @dwikaputra yang memulai mengungkitnya, yang jelas tanda pagar #Horor90an jadi trending topic urutan pertama hari ini, Jumat (5/2/2016).

Tak jauh beda dari hal-hal yang kerap dibahas @Generasi90an, tagar #Horor90an mengupas kekonyolan-kekonyolan era sinetron Tersanjung, game “Winning Eleven”, permen karet “YOSAN”, Tamagochi, dan kaset tape.

  1. Dilema tombol “X”

“Tombol X di joystick PlayStation mati. Kebanyakan dipakai main Winning Eleven. #Horor90an,” kata pemilik akun Twitter @ariodimas.

Bagi anak-anak lelaki generasi 90-an, game bola Winning Eleven tak ubahnya kudapan yang bikin ketagihan. Pulang sekolah, sebelum tidur, atau ke rumah teman, setidaknya ada sesi “segol-dua gol” Winning Eleven.

Waktu itu, platform yang digunakan memainkan video game soccer buatan Konami ini adalah PlayStation 1 atau 2.

Pada stick PS, tombol “X” cukup sering dipencet untuk melakukan gerakan-gerakan taktis seperti gerak tipu tembakan. Maka dari itu, pemilik akun @ariodimas mengenang masa-masa ketika tombol “X” pada stiknya harus “tewas” karena terlalu acap digunakan.

Hari ini, generasi penerus game sohor buatan Konami tersebut lebih akrab disebut Pro Evolution Soccer atau PES.

  1. Rekam lagu terpotong

Jika Winning Eleven banyak digandrungi anak-anak cowok, ada tren 90-an yang sifatnya multi-gender, misalnya kegandrungan “kaset tape”.

Benda persegi yang digunakan untuk mendengar lagu-lagu terbaru itu hadir sebelum kemunculan CD dan file musik digital berformat MP3.

Kaset yang sudah berisi lagu digunakan untuk mendengar lagu. Sementara itu, kaset kosong biasanya dipakai merekam lagu-lagu kesukaan di radio untuk dijadikan sebuah “mixtape”.

“Lagi ngerekam lagu asik dari radio, lagu belum kelar penyiar udah ngomong. #Horor90an,” kata akun @siriuslyelmo, mengungkapkan perasaan anak-anak 90-an kala itu.

  1. Pilih mana?

“Pilih mana, harta atau nyawa?” Pertanyaan itu menjadi andalan bocah-bocah SD sampai SMP pada akhir 90an. Pertanyaan itu dijadikan guyonan dengan dijawab “atau”, bukan dengan pilihan yang ada.

Jadi, kamu lebih pilih harta atau nyawa?

  1. Chiki berhadiah

Era 90an adalah era di mana snack atau “chiki” dibeli untuk dua tujuan. Pertama untuk dimakan, kedua untuk mendapatkan tazos.

Berbentuk bulat atau segidelapan tak jadi masalah. Yang penting, gambar tazos itu belum pernah dimiliki sebelumnya.

Kalau gambar tazos yang didapat sama dengan koleksi di rumah, di situlah para kaum 90-an bakal kecewa.

“Beli chiki, ternyata dapet tazos yang sama dengan koleksi di rumah. #Horor90an,” kata @ddycw mengisyaratkan keprihatinan masa lalu.

  1. Dinamo Tamiya

Lagi-lagi, ini soal anak lelaki yang sedang puber-pubernya di era 90an. Selain Winning Eleven, Tamiya juga menjadi teman setia kaum jantan kala itu.

Dengan ketekunan, mereka merakit mobil mainan Tamiya yang dibeli dari hasil tabungan atau hasil merengek ke orang tua. Tak lupa, dinamo terbaik dipersiapkan agar Tamiya jagoan bisa melaju kencang.

Sayangnya, terkadang semangat jadi yang tercepat tak sejalan dengan kekuatan dinamo yang dimiliki. “Dinamo rusak pas lagi balapan Tamiya,” kata akun @malesbanget. Begitulah kira-kira keluhan yang lumrah terdengar kala itu.

  1. Permen Yosan

Siapa yang tak tahu “YOSAN?” Lebih tepatnya, siapa yang dulu pernah mengoleksi pembungkus permen karet tersebut?

Permen karet YOSAN memang miliknya generasi 90-an. Ingatkah kamu saat berlomba-lomba mencari huruf “N” pada pembungkus YOSAN? @bayu_joo masih ingat betul “horor”-nya pencarian tak berujung itu.

“Kumpulin huruf di permen karet yosan tapi huruf “N”-nya ngga pernah dapet #horor90n,” kata akun Twitter tersebut.

Untuk bernostalgia dengan keseruan tahun 90an lainnya, klik tagar #Horor90an di Twitter. Nah, kalau untuk Anda, apa #Horor90an yang masih membayangi hingga sekarang?

Sumber: KOMPAS Tekno

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

%d bloggers like this: