Yahoo Bagikan Data 20 Juta Pengguna

                             Raksasa internet Yahoo minggu lalu membuka akses terhadap data perilaku online (online behavior) sebanyak 20 juta penggunanya untuk kalangan akademisi universitas. Aneka data ini termasuk kebiasaan surfing dan search dari puluhan juta orang yang identitasnya disamarkan itu. Data yang dikumpulkan dalam periode waktu Februari 2015 hingga Mei 2015 ini antara lain diperoleh dari layanan-layanan seperti Yahoo News, Yahoo Sports, Yahoo Finance, Yahoo Movie, dan laman beranda Yahoo.

Untuk apa Yahoo membuka data pengguna? Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Information Week, Rabu (20/1/2016), hal tersebut dilakukan dengan tujuan akademis, yakni riset teknologi machine learning.

“Tujuan kami adalah mendorong riset independen di bidang machine learning dan recommender system skala besar, dan menyamaratakan riset industri dan akademik,” tulis Yahoo dalam sebuah posting di blog resminya.

“Dataset ini merupakan bagian dari program data sharing Yahoo Labs Webscope, sebuah perpustakaan referensi berisi dataset yang berguna untuk riset, yang terdiri dari data pengguna anonim untuk penggunaan non-komersial,” tambah Yahoo.

Perlu digarisbawahi bahwa data pengguna yang diberikan aksesnya oleh Yahoo bersifat anonim, alias tidak mencantumkan identitas dari pengguna bersangkutan.

Meski demikian, data Yahoo menjabarkan informasi yang cukup detil, seperti demografi (umur, gender, lokasi), serta jenis perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan Yahoo.

Data semacam ini biasanya hanya tersedia untuk mereka yang berada di dalam lingkungan perusahaan-perusahaan besar dan sulit diperoleh kalangan akademis di universitas.

Sumber: KOMPAS Tekno

%d bloggers like this: