Halaqah Kebangsaan RMI-Kemenpora di Ponpes Al-Amin Kediri

Kediri, NU Online
Dalam satu dekade terakhir ini, Kesadaran akan pentingnya semangat kebhinnekaan dan karakter kebangsaan mendapat tantangan serius. Radikalisme dan kekerasan atas nama agama makin menguat. Ironisnya, kasus-kasus tersebut melibatkan kalangan pemuda.

Karena itulah perlu upaya serius untuk mengatasi krisis kebhinnekaan dan kebangsaan di kalangan pemuda. Salah satunya, pengarusutamaan semangat kebhinnekaan dan karakter kebangsaan di kalangan pemuda melalui pesantren.

Hal itu muncul dalam workshop “Membangun Karakter Kebangsaan di Kalangan Pemuda Melalui Kyai dan Pesantren” yang bertempat di pondok pesantren Al-Amin, Kediri, Jawa Timur. Acara yang berlangsung dari Senin, (17-19/10) diselenggarakan atas kerja sama PP Robithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora). Program ini merupakan rangkaian di sejumlah pesantren.
Miftah Faqih, MA dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tujuan halaqah ini adalah penguatan karakter kebangsaan, peneguhan kembali semangat kebhinnekaan, penguatan peran pesantren dalam menginternalisasi empat pilar kebangsaan di kalangan pemuda.

Lebih jauh sekjen PP RMI ini menjelaskan, pesantren jadi indikator baik dan tidaknya bangsa ini. Menurutnya, negara ini akan baik jika kalangan pesantrennya baik.

“Negara ini akan baik kalau NU baik, NU ini akan baik kalau pesantrennya baik,”

Sementara itu, Ahmad Subakir, ketua PCNU kota Kediri menjelaskan, bagi NU, Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI) dan Pancasila itu sudah final. Dan pesantren akan tetap menjaga dan mengembangkannya.

“Bagi NU, NKRI dan Pancasila itu sudah final. Melalui budaya santri, kita akan kembangkan. NU mempunyai kepentingan untuk mengembangkan misi bersama, yakni mengembangkan karakter kebudayaan dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Halaqah ini melibatkan 35 peserta terdiri kyai/nyai muda, ustadz dan santri senior, da’i yang memiliki basis massa kuat di masyarakat dan kalangan ormas kepemudaan. Hadir pada kesempatan itu KH Anwar Iskandar, pengasuh PP Al-Amin.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: