Konferensi Media Islam Internasional (KMII) ke-2 Siap Diselenggarakan

Jakarta, NU Online
Indonesia siap menyelenggarakan Konferensi Media Islam Internasional (KMII) yang akan digelar untuk kedua kalinya di Jakarta pada 12-16 Desember 2011 mendatang. KMII ini diharapkan akan mendorong peningkatan kerjasama negara-negara Islam dalam bidang media massa.

Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama RI, Mubarok kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/12) mengatakan, media memiliki dua sisi disamping memberi manfaat yang sangat besar juga mempunyai dampak negatif yang luar biasa.

“Kita harapkan konferensi ini menghasilkan upaya memanfaatkan media bagi kemaslahatan umat, serta bersama menanggulangi dampak negatif dari media itu,” kata Mubarok.

Menurutnya, saat ini tercatat sebanyak 330 orang sebagai peserta konferensi, dan sebanyak 135 orang di antaranya berasal dari luar negeri mewakili 39 negara.

“Media di samping memberi manfaat yang besar, juga mempunyai dampak negatif seperti pornografi. Tentu bagaimana mengatasi masalah ini,” kata pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah ini.

Juga mengenai media baru, kata Mubarok, media yang juga disebut media sosial seperti facebook, twitter, memiliki pengaruh yang luar biasa. “Tentu ada sisi negatif, namun bagaimana memberi manfaat bagi kepentingan bersama, termasuk dalam sosialisasi kebijakan dan sebagainya,” ujarnya.

Mubarok mengungkapkan, konferensi yang akan digelar di Hotel Sultan akan menghadirkan 20 pembicara utama (keynote speaker) dari berbagai negara termasuk Indonesia, dengan berbagai topik. Dijadwalkan konferensi ini akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan untuk penutupannya dijadwalkan kehadiran Wakil Presiden.

Konferensi Media Islam Internasional kali ini bertema New Media and Communication Technology in the Muslim World, dengan penyelenggaraan dipersiapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan Rabithah Alam Islami yang berpusat di Arab Saudi serta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Luar Negeri, dan stakeholders lainnya dari Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari konferensi pertama yang pernah digelar pada 1980. Konferensi Media Islam Internasional ke-1 pernah diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 1-3 September 1980 yang diikuti oleh 327 peserta dari 49 negara. Saat itu Delegasi RI diketuai oleh Menteri Penerangan RI.

Pada konferensi tahun 1980 tersebut telah dihasilkan deklarasi Jakarta yang berisi kode etik wartawan Islam; penetapan Sekjen Rabithah Alam Islami (Ali Al-Harakan) sebagai Sekjen tetap Media Massa Islam sedunia yang berkedudukan di Makkah; dan Pendirian Dewan Tertinggi Penerangan Islam yang berkedudukan di Makkah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: