Said Aqil Siradj: Gerhana Bulan Jangan Dikaitkan dengan Tahayul

Fenomena alam gerhana bulan total diperkirakan akan terjadi pada Sabtu (10/12) malam nanti. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada Nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk tidak mengkaitkannya dengan tahayul, namun sebaliknya, menyarankan agar salat sunah gerhana dijalankan.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengatakan, tidak benar jika gerhana bulan atau matahari berkaitan dengan mati atau lahirnya seseorang. Gerhana merupakan bagian dari min ayatillah atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

“Kalau terjadi gerhana, baik bulan atau matahari, maka jalankan salat sunah gerhana. Tidak benar anggapan gerhana terjadi karena mati atau lahirnya seseorang,” tegas Kiai Said di Jakarta.

Mengutip dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, Kiai Said menjelaskan, klenik yang terjadi di tengah masyarakat saat terjadi gerhana bermula dari wafatnya putra Rasulullah SAW bernama Ibrahim, yang dilahirkan salah satu istrinya, Mariyah
Al Qibtiyyah. Saat itu para sahabat menghubungkan gerhana dengan wafatnya Ibrahim, namun dengan tegas Rasulullah SAW langsung menyanggahnya.

“Untuk meluruskan anggapan salah para sahabat, Rasulullah SAW langsung mengajak mendirikan salat sunah gerhana,” jelas Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya.

Kang Said juga mengungkapkan, kejadian gerhana hendaknya menjadi sarana umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah penciptanya, karena bulan, matahari dan bumi adalah bagian dari apa yang diciptakan-Nya. Jika Allah mampu mendekatkan bumi, matahari dan bulan hingga terjadinya sebuah gerhana, kejadian lain yang lebih besar sangat mungkin untuk bisa terjadi.

“(Gerhana) itu tanda-tanda kebesaran Allah. Allah Maha kuasa atas apa saja yang sudah diciptakan,” tandas Kang Said.

Secara umum, masih kata Kang Said, pelaksanaan salat gerhana dilakukan secara berjamaah sebanyak dua rakaat. Terdapat dua kali sujud dan dua kali rukuk pada setiap rakaatnya. Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah.

Sumber: NU Online

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: